Ekonomi Lamban

Anak Gangster Osaka Jadi Walikota

Senin, 28 November 2011 | 11:18 WIB
ES
B
Penulis: Entin Supriati | Editor: B1
Toru Hashimoto mundur dari jabatan gubernur perfektur Osaka untuk mengikuti pemilihan walikota. Hashimoto berjanji akan menyelaraskan fungsi balaikota dan perfektur yang tumpang tindih
Toru Hashimoto mundur dari jabatan gubernur perfektur Osaka untuk mengikuti pemilihan walikota. Hashimoto berjanji akan menyelaraskan fungsi balaikota dan perfektur yang tumpang tindih (BBC)
Pemilihan walikota menarik perhatian bahkan dari luar kota Osaka

Hasil pemungutan suara di Osaka menunjukkan anak gangster, Toru Hashimoto mengalahkan walikota incumben, Kunio Hiramatsu.

Hashimoto,42, menjadi gubernur perfektur Osaka sejak tahun 2008.

Kemudian mundur untuk mencalonkan diri menjadi walikota.

Hashimoto mengajukan proposal restrukturisasi administrasi Osaka. Menurutnya fungsi balaikota dan kantor perfektur tumpang tindih.

"Saya berharap pegawai negeri di kedua institusi mendapat pesan dari hasil pemilu hari Minggu dan mereka tidak senang dengan ketidakefisiensian tersebut," kata Hashimoto.

Pemilihan walikota menarik perhatian bahkan dari luar kota Osaka. Konferensi pers yang digelar dihadiri lebih dari 300 wartawan.

Suara yang masuk paling tinggi dalam 40 tahun terakhir yakni 60,9 persen. Dalam dua dekade terakhir biasanya keikutsertaan pemilih tidak lebih dari 40 persen.

Sementara itu kolega Hashimoto yakni Ichiro Matsui terpilih menjadi gubernur perfektur Osaka.

"Pada akhirnya kami dapat melakukan sinergi kerjasama antara balaikota dan perfektur untuk mendorong perekonomian," kata Matsui kepada wartawan.

Ekonomi Osaka agak tertinggal dibanding kota besar lainnya di Jepang.

Tingkat pengangguran di perfektur tergolong kedua tertinggi di Jepang yakni 6,9 persen pada tahun 2010.

Menurut biro statistik dan kementrian dalam negeri dan komunikasi, angka ini diatas rata-rata nasional yakni 5,1 persen.

"Setidaknya satu atau dua nasabah kami bangkrut setiap bulan," kata Shigeyuki Suzuki yang menjual mesin fotocopy kepada perusahaan kontruksi di Osaka.

"Beberapa kebijakkan Hashimoto termasuk ekstrim namun tanpa hal itu tidak akan ada perubahan."

"Kami tidak memperkirakan akan ada perubahan secepatnya namun kami memerlukan seseorang seperti Hashimoto."

Rivalnya, Kunio Hiramatsu lebih konservatif dan didukung oleh partai politik besar termasuk Partai Komunis Jepang.

Biasanya Partai Komunis Jepang tidak mendukung kandidat dari Partai Demokratik Jepang dan oposisi, Partai Liberal Demokratik.

Kemenangan mutlak Hashimoto menunjukkan frustasi pemilih dan mereka menginginkan perubahan radikal.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon