Pengamat: Pernyataan Wiranto, Kegalauan Kubu Jokowi
Kamis, 19 Juni 2014 | 19:20 WIB
Jakarta - Pernyataan Wiranto tentang dugaan pelanggaran HAM dan surat rekomendasi Dewan Kehormatan Perwira (DKP) menunjukan kegalauan kubu Joko Widodo dan Jusuf Kalla menghadapi pilpes 9 Juli 2014 mendatang.
Ketua Umum Partai Hanura itu dinilai tidak yakin Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) akan memenangkan pertarungan, sehingga perlu mengganjal langkah Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
"Wiranto tidak yakin Jokowi menang," kata pengamat psikologi politik Universitas Indonesia (UI), Dewi Haroen, Jakarta, Kamis (19/6).
Menurutnya, Wiranto saat ini justru juga tidak menghormati Panglima TNI Moeldoko, yang beberapa waktu lalu mengatakan akan mengusut kebenaran surat DKP.
Sebagai purnawirawan, seharusnya Wiranto tahu kapan harus berbicara, sebab pernyataan yang masih harus dibuktikan kebenarannya itu hanya akan membuat suhu politik semakin memanas.
Namun demikian, Dewi menilai masyarakat kini sudah cerdas untuk menilai sesuatu. Jika pernyataan Wiranto memang benar, maka Wiranto semestinya juga terlibat. Saat Prabowo menjabat sebagai Pangkostrad, Wiranto Panglima ABRI-nya.
"Kalau mau dibongkar, bongkar semua, bukan hanya kasus 1998. Kalau memang Prabowo salah, pasti Wiranto salah, tidak ada yang bisa cuci tangan," tegas Dewi.
Sebelumnya, Wiranto menggelar konferensi pers di Menteng, Jakarta Pusat. Wiranto menyampaikan bantahan terkait keterlibatan dalam kerusuhan 1998 dan kasus Trisakti, hingga menjelaskan bocornya surat rekomendasi DKP.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




