Akibat Saling Ejek Bocah, Tangan Ibu Paruh Baya Putus Dibacok Pemuda
Kamis, 19 Juni 2014 | 23:31 WIB
Jakarta - Lantaran persoalan saling ejek antar bocah, seorang pemuda bernama Riski (25), nekat membacok tetangganya di Jalan Gading II RT 04/10, Pisangan Timur, Jakarta Timur, Kamis (19/6).
Akibat insiden yang terjadi sekitar pukul 13.45 WIB itu, korban bernama Mariyana (42) harus dirawat intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat karena lengannya putus terkena sabetan samurai.
Tak hanya itu, korban juga mengalami luka parah pada bagian wajah dan telinga. Sementara pelaku langsung diamankan di Polsek Pulogadung untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Mardiah, ibu korban menuturkan, peristiwa itu bermula dari saling ejek antara cucunya Rafles (7), dan cucu tetangganya Cipluk (6). Mendengar saling ejek itu, Tiwi (14), tante Cipluk membela keponakannya dan memarahi Rafles.
"Anak-anak kecil saling mengejek nama orang tua. Cipluk yang nggak terima mengadu ke tantenya," kata Mardiah saat ditemui di lokasi kejadian, Kamis (19/6)
Tiwi (14), tante Cipluk yang mendapat laporan keponakannya langsung memarahi Rafles. Tiwi pun mengejek Mariyani (44) ibu dari Rafles, dan adiknya Herlina (37) yang sedang hamil tua. Bersama kakaknya Riski, Tiwi terlibat adu mulut dengan keluarga tetangganya, Herlina, Maryani, dan Maryana.
Cekcok antar tetangga tersebut dilerai oleh Iwan (37). Kakak beradik Riski dan Tiwi kemudian diamankan Iwan ke rumah mereka. Namun di tengah perjalanan, Riski memberontak dan berupaya berlari mengambil sebilah samurai yang disimpannya di salah satu pojok permukiman padat tersebut.
Riski berlari ke arah keluarga tetangganya dan menyabetkan samurai yang dibawanya. Maryana yang melihat Riski membawa samurai berupaya melindungi adiknya, Herlina yang tengah hamil tua. Maryana yang mencoba menghalau terkena sabetan Riski. Tangan sebelah kanan Maryana putus, sementara bagian wajah dan telinganya luka parah.
"Tangannya putus. Mungkin yang diincar lehernya, tapi anak saya berusaha menangkis hingga terkena tangannya. Setelah itu pipinya juga kena sabetan," ungkapnya.
Selanjutnya Iwan berupaya menghentikan Riski yang masih mencoba menyabetkan samurainya ke arah keluarga Mardiah. "Dia sempat menyabet beberapa kali. Waktu mau mengayun lagi, saya tangkap tangannya," kata Iwan yang juga merupakan tetangga korban dan pelaku.
Melihat insiden itu, Warga segera mengamankan Riski sebelum akhirnya digelandang petugas Polsek Pulogadung yang mendapat laporan dari Ketua RT. Sementara Mariana yang terluka parah sempat dibawa warga ke RS Persahabatan sebelum akhirnya dirujuk ke RSCM untuk mendapat perawatan intensif.
Kanit Reskrim Polsek Pulogadung, AKP Tual Napitupulu menyatakan, pelaku telah diamankan dan tengah diperiksa secara mendalam.
Jika terbukti, kata dia, pelaku akan dijerat KUHP Pasal 351 tentang penganiayaan dengan ancaman lima tahun penjara. "Petugas masih mendalami kasus ini dengan mengumpulkan bukti dan saksi-saksi ditempat kejadian," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




