Kapolri Pastikan Surat Edaran Jaksa Agung Palsu

Jumat, 20 Juni 2014 | 14:36 WIB
FA
B
Penulis: Farouk Arnas | Editor: B1
Kapolri Jenderal (Pol) Sutarman (tengah), didampingi Wakapolri Komjen Pol Badrodin Haiti (kiri) dan Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Komjen Pol Anton Bachrul Alam (kanan), menghadiri rapat kerja dengan Komisi III DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/6).
Kapolri Jenderal (Pol) Sutarman (tengah), didampingi Wakapolri Komjen Pol Badrodin Haiti (kiri) dan Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Komjen Pol Anton Bachrul Alam (kanan), menghadiri rapat kerja dengan Komisi III DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/6). (Antara/Ismar Patrizki)

Jakarta-- Kapolri Jenderal Sutarman memastikan jika surat edaran yang dikeluarkan Jaksa Agung Basrief Arief untuk menunda pemeriksaan Jokowi terkait kasus korupsi Transjakarta dipastikan palsu.

Selain itu Sutarman juga menegaskan jika Basrief telah kembali menghubunginya dan melaporkan beredarnya transkrip percakapan antara Basrief dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

"Tadi malam sudah melaporkan ke saya lagi (soal transkrip). Tentu juga akan kita telusuri termasuk juga (kasus) surat edaran beliau sebelumnya. Dalam surat itu tanda tangannya asli tapi kan tandatangan itu bisa saja di-download dari website dan di-scanning lalu di-print," kata Sutarman di Mabes Polri Jumat (20/6).

Tetapi, masih kata mantan Kabareskrim ini, isi di dalam surat itu dipastikan palsu dan pihaknya mencari siapa orang yang membuat dokumen dan di mana.

"Dari hasil pemeriksaan kita itu pastikan jika itu bukan produk Kejaksaan Agung karena dokumen edaran di Kejaksaan Agung itu baru sampai nomor 04, sedangkan yang beredar di masyarakat itu nomor 06. Itu berarti kan palsu. Siapa yang memalsukan, itu yang dalam proses," imbuhnya.

Seperti diberitakan jika dua kali sudah Jokowi disudutkan dengan kasus Transjakarta. Yang pertama soal surat edaran penundaan pemeriksaan Jokowi dan yang kedua adalah transkrip pembicaraan seolah-olah Megawati meminta Basrief untuk 'mengamankan' Jokowi supaya tidak ikut diseret dalam kasus korupsi bus Transjakarta.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon