Jan O Jorgensen, Tunggal Putra Denmark Kedua di Final Indonesia Terbuka

Sabtu, 21 Juni 2014 | 21:57 WIB
SA
B
Penulis: Shesar Andriawan | Editor: B1
Pebulu tangkis Denmark, Jan O Jorgensen di sesi konferensi pers setelah berhasil melaju ke final BCA Indonesia Open Super Series 2014 di Istora Senayan, 21 Juni 2014.
Pebulu tangkis Denmark, Jan O Jorgensen di sesi konferensi pers setelah berhasil melaju ke final BCA Indonesia Open Super Series 2014 di Istora Senayan, 21 Juni 2014. (Shesar Andriawan)

Jakarta - Pebulu tangkis Denmark Jan O Jorgensen untuk pertama kalinya bisa mencicipi atmosfer final Indonesia Terbuka Super Series Premier. Di babak semifinal, Jorgensen mematahkan perlawanan pebulu tangkis asal Tiongkok, Chen Long, dua set langsung 21-19, 21-18.

Selain menjadi batu loncatan ke final, kemenangan Jorgensen atas Chen Long di Istora Senayan, Sabtu (21/6) ini juga memupus catatan buruk atlet Denmark itu. Dalam enam pertemuan sebelumnya, Jorgensen tak pernah menang dari Chen Long.

"Ini pertandingan yang sangat bagus. Saya sarkastis begini karena pertandingan tadi (berjalan) menakjubkan. Penonton sangat mendukung saya, walaupun baru saja terpukul atas kekalahan ganda campuran andalan tuan rumah. Ini prestasi besar, karena untuk pertama kalinya saya bisa menang lawan Chen Long," ujar Jorgensen.

Jorgensen menjadi tunggal putra Denmark kedua yang bisa menjejak final Indonesia Terbuka. Pebulutangkis Denmark lain yang sudah pernah melakukannya adalah Peter Hoeg Gade di tahun 2011. Ia mengaku tak menyangka bisa melaju sejauh ini. Sebabnya, sejak pertama kali tampil di Indonesia Terbuka pada 2008, ia selalu merasa turnamen ini sulit ditaklukkan.

"Partisipasi kali pertama saya di sini terjadi pada 2008. Saat itu, saya masih berusia 18 atau 19 tahun dan mampu mengalahkan Peter. Itulah turnamen Super Series pertama dan Tur Asia pertama yang saya ikuti. Dan, saat itu berhasil melaju ke perempat final sudah berarti banyak bagi saya," ujar pebulutangkis yang memiliki beberapa tato di tubuhnya itu.

"Saya masih jauh dari (kualitas) Peter saat itu, tapi tetap bisa mengalahkannya. Jadi itu sebuah pencapaian besar. Setelah itu penampilan saya tak cukup bagus. Jadi, keberhasilan menembus babak final kali ini sungguh jadi kejutan bagi saya," lanjutnya.

Jorgensen kemudian membuka kunci kemenangannya atas Chen Long. Kali ini ia agresif di depan net. Beberapa kali pengembalian Chen Long ia serobot. Tak ada kesempatan bagi peringkat dua dunia itu untuk bisa mengembalikannya ke arah Jorgensen. "Melawan Chen Long, Anda tak bisa berharap dapat meraup banyak poin dengan mudah," terang Jorgensen memuji lawannya.

Di laga final besok, Jorgensen akan menghadapi pemenang antara Kenichi Tago (Jepang) dengan Lee Chong Wei (Malaysia). Jorgensen menaruh harapan pribadinya pada partai semifinal itu. "Saya cuma berharap mereka bermain selama 1 jam 20 menit atau lebih. Itu menguntungkan saya," ujarnya bercanda.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon