Prabowo Butuh Leopard, Jokowi Bilang Tak Efektif

Minggu, 22 Juni 2014 | 21:41 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Tank Leopard buatan Jerman
Tank Leopard buatan Jerman (AFP)

Jakarta - Menyambut kedatangan gelombang pertama tank Leopard sebanyak 52 unit dari Jerman, Joko Widodo (Jokowi) mempertanyakan efektivitas alat tempur berat itu ke rivalnya Prabowo Subianto, dalam debat calon presiden di Jakarta, Minggu (22/6) malam.

Menurut Prabowo, tank jenis Leopard sangat penting bagi TNI yang bukan hanya bertugas di dalam negeri, tetapi juga terlibat dalam tugas menjaga perdamaian di bawah PBB.

"Kita bukan hanya terlibat dalam peace keeping, tapi juga aktif dalam peace making, peace enforcement," jawab Prabowo.

"Ancaman lawan sangat tinggi, jadi main battle tank seperti Leopard sangat penting," kata mantan Komandan Jenderal Kopassus itu.

Ketika diminta menanggapi oleh moderator, Jokowi mempertanyakan efektivitas alat tempur tersebut.

"Tank Leopard itu sangat berat, mencapai 62 ton, jalan dan jembatan kita tak akan kuat," jelas Jokowi. Dia mengindikasikan agar pembelian alutsista fokus ke produksi dalam negeri, seperti kendaraan lapis baja Anoa yang diproduksi Pindad bekerjasama dengan negara lain.

Prabowo menjawab bahwa dirinya tak mau terlalu berkutat pada detail, dan lebih memilih menyerahkan masalah itu ke para pakar.

"Anoa kita butuh, dan kita juga butuh main battle tank, kita butuh helikopter, butuh jet figher generasi kelima," ujar Prabowo.

Kebetulan hari ini mantan KSAD Jenderal (Purn) Pramono Edhie Wibowo bertolak ke Hamburg, Jerman, untuk menghadiri upacara pengiriman pertama 52 tank Leopard dari 164 unit yang telah dipesan TNI AD melalui Kementerian Pertahanan pada tahun 2013.

Upacara pengiriman paket pertama tank Leopard ini akan dilaksanakan di Unterluss, Jerman. Rombongan High Level Committee (HLC) dipimpin oleh Wamenhan, Letjen (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin.

Mengenai pembelian tank Leopard yang diinisiasi Edhie saat dirinya menjabat sebagai KSAD, ia menyatakan bahwa pembelian itu adalah bagian dari modernisasi alutsista.

"Alutsista Indonesia termasuk yang paling terbelakang bahkan di antara beberapa tetangga negara Asean. Selama ini Indonesia hanya mengandalkan pada tank tempur ringan seperti Scorpion, dan AMX-13. Ketiga jenis tank ringan ini terbilang sudah uzur," jelas Edhie dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (22/6).

Dia menilai pembelian 164 unit tank Leopard itu merupakan bagian penting dari penyegaran alutsista yang terahir dilakukan 30 tahun lalu. Penyegaran diperlukan Indonesia dalam menjamin kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sesuai dengan perjanjian jual beli yang dilakukan pada tahun 2013 lalu, Kemenhan telah memesan 164 tank Leopard jenis main battle tank dan medium tank IFV Marder.

Tank Leopard itu dibeli lengkap beserta amunisi, peluru latihan, dan suku cadang dari perusahaan Jerman, Rheinmettal AG, atas persetujuan Pemerintah Jerman.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon