Polisi Periksa 7 Saksi Terkait Tewasnya Siswa SMA 3 Jakarta

Senin, 23 Juni 2014 | 17:54 WIB
BM
IC
Penulis: Bayu Marhaenjati | Editor: CAH
Kepala Divisi Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi, Rikwanto
Kepala Divisi Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi, Rikwanto (Antara)

Jakarta - Penyidik terus mendalami tewasnya Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) 3 Jakarta, Arfiand Caesar Al Irhami (16), usai mengikuti kegiatan pecinta alam di Gunung Tangkuban Perahu, Jawa Barat. Sejauh ini, sudah ada tujuh saksi yang diperiksa.

"Yang sudah diperiksa dalam kaitan meninggalnya salah satu murid di SMA 3 Jakarta, sudah tujuh saksi," ujar Juru Bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Senin (23/6).

Dikatakan Rikwanto, tujuh saksi tersebut terdiri dari rekan-rekan korban dan guru yang ikut dalam kegiatan pecinta alam itu.

"Dua guru dan lima murid. Saat ini, sebagian masih dalam pemeriksaan untuk mendapatkan keterangan," ungkapnya.

Menyoal hasil visum, Rikwanto menyampaikan, hasilnya belum keluar. Diharapkan, akhir pekan ini sudah ada di tangan penyidik.

"Visum masih tunggu. Pada umumnya satu minggu, kalau dilihat visum awal kita harapkan akhir minggu ini sudah keluar," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Arfiand Caesar Al Irhami, meninggal dunia setelah dirawat di Rumah Sakit MMC, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (20/6) kemarin. Diduga, ia menderita luka dalam akibat dianiaya saat mengikuti kegiatan pecinta alam bersama rekan dan gurunya, di Gunung Tangkuban Perahu, Jawa Barat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemuda yang akrab disapa Aca itu, mengalami luka dalam di bagian usus dan paru-paru. Dokter RS MMC sudah berniat melakukan penindakan berupa operasi. Namun, sayang nyawanya tak tertolong. Korban menghembuskan nafas terakhirnya, sekitar pukul 11.00.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon