Biskuat Ajak Anak Bantu Anak-anak Jalanan

Selasa, 24 Juni 2014 | 16:25 WIB
KT
FB
Penulis: Kharina Triananda | Editor: FMB
Biskuat, meluncurkan program kampanye digital yang diberi nama Gerakan Pohon Kebaikan. (kiri-kanan) Anna Surti Ariani (Psikolog Anak), Rhea Sianipar (Country Head of Corporate and Government Affairs Mondelez Indonesia) dan Yogesh Anand (Marketing Director Mondelez Indonesia)
Biskuat, meluncurkan program kampanye digital yang diberi nama Gerakan Pohon Kebaikan. (kiri-kanan) Anna Surti Ariani (Psikolog Anak), Rhea Sianipar (Country Head of Corporate and Government Affairs Mondelez Indonesia) dan Yogesh Anand (Marketing Director Mondelez Indonesia) (Beritasatu.com/Kharina Triananda)

Jakarta - Pada bulan Ramadan ini, produk makanan ringan untuk anak-anak, Biskuat, meluncurkan program kampanye digital yang diberi nama Gerakan Pohon Kebaikan. Gerakan ini diharapkan bisa memberikan inspirasi kepada anak-anak jalanan yang berada dibawah naungan organisasi non profit Sahabat Anak.

Pohon kebaikan yang mulai bisa diakses pada 27 Juni mendatang ini, akan dipenuhi oleh cerita (maksimal 160 karakter), foto dan video tentang kebaikan yang dikirimkan oleh anak-anak lain untuk anak-anak jalanan.

"Gerakan pohon kebaikan ini bisa diakses secara online melalui www.biskuatpohonkebaikan.com. Dan akses ini terhubung dengan jejaring sosial, seperti Facebook, Twitter dan Youtube. Sehingga, masyarakat lebih mudah untuk berbagi," imbuh Yogesh Anand, Marketing Director, Mondelez Indonesia pada acara jumpa pers Biskuat Persembahkan Gerakan Pohon Kebaikan di Jakarta, Selasa (24/6).

Dilanjutkannya, bahwa video, foto dan cerita yang dibagikan melalui pohon kebaikan, akan dijadikan fasilitas edukasi untuk anak-anak jalanan di rumah singgah Sahabat Anak.

Selain itu, pihak Biskuat juga akan menyumbang beberapa perangkat komputer ke rumah singgah Sahabat Anak yang ada di 7 kota di Indonesia. Perangkat komputer tersebut akan digunakan untuk mengakses situs pohon kebaikan dan juga aktifitas positif lain.

"Untuk jumlah perangkat komputer jumlahnya bisa berbeda di setiap rumah singgah. Kita akan tanyakan berapa kira-kira yang dibutuhkan kepada setiap rumah singgah," kata Yogesh.

Pihak Biskuat, juga berharap selama kurun waktu 30 hari di bulan Ramadan, mereka bisa mengumpulkan sebanyak-banyaknya cerita tentang kebaikan.

Melalui cerita, foto dan video yang mereka (anak jalanan) lihat di situs pohon kebaikan, Biskuat berharap anak-anak tersebut bisa terinspirasi untuk melakukan kebaikan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon