September, 26 Tank Leopard dan 26 Tank Marder Tiba di Tanah Air

Rabu, 25 Juni 2014 | 09:24 WIB
WM
B
Penulis: Willy Masaharu | Editor: B1
Tank Leopard buatan Jerman
Tank Leopard buatan Jerman (AFP)

Jakarta - Sebanyak 26 unit tank Leopard dan 26 unit tank Marder akan tiba di Indonesia pada minggu pertama September 2014.

Pengiriman tersebut merupakan pengiriman gelombang pertama dari 130 unit Tank Leopard dan 50 unit Tank Marder yang dibeli Kementerian Pertahanan berdasarkan kontrak pengadaan nomor TRAK/1198/PLN/XII/2012/AD antara Kementerian Pertahanan dengan Rheinmetall, Jerman.

Upacara pengiriman dilakukan Senin (23/6) di Unterluss, Jerman, yang dihadiri Wakil Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin.

Demikian siaran pers yang diterima SP dari Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan, Rabu (25/6).

Pengadaan tank Leopard dilakukan sesuai mekanisme pengadaan Alutsista TNI yang berlaku, dengan menggunakan pendekatan bottom-up.

Proses dimulai dari kajian teknis dan taktis oleh satuan pengguna (Pusat Kesenjataan Kavaleri TNI AD) dengan mempertimbangkan antara lain, faktor kondisi geografis, postur prajurit yang mengawaki, kesesuaian doktrin dan sebagainya.

Tahap berikutnya dilakukan kajian operasional di Markas Besar TNI AD, dengan mempertimbangkan antara lain, faktor dukungan logistik, sistem pemeliharaan, layanan purna jual, fasilitas pendukung dan sebagainya.

Selanjutnya dilakukan kajian operasional untuk menguji tingkat interoperabilitas di Markas Besar TNI.

Proses administrasi pengadaan alutsista dilakukan di Kementerian Pertahanan, yang melibatkan personel Kementerian Pertahanan, Mabes Angkatan terkait, Mabes TNI, Bappenas dan Kementerian Keuangan.

Pada tahap ini, pertimbangan yang digunakan antara lain kemampuan calon negara/pabrikan pembuat Alutsista, ketersediaan anggaran dan hal-hal yang berkaitan dengan aspek strategis.

Setelah mendapat persetujuan (pencabutan tanda bintang) dari DPR, kontrak pengadaan alutsista dapat dilaksanakan secara efektif.

Guna mengoptimalkan efisiensi penggunaan anggaran, pengadaan alutsista TNI dilakukan dengan pola G to G (pemerintah ke pemerintah) maupun B to G (pabrikan ke pemerintah), tanpa menggunakan perantara.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon