Peneliti: Publik Menilai Kinerja KPPS Cukup Baik

Rabu, 25 Juni 2014 | 16:28 WIB
ES
B
Penulis: Ezra Sihite | Editor: B1
Suasana saat warga Kota Bekasi melakukan pencoblosan ulang di TPS 50, Minggu (13/4).
Suasana saat warga Kota Bekasi melakukan pencoblosan ulang di TPS 50, Minggu (13/4). (Suara Pembaruan/ MKL)

Jakarta - Melalui hasil survei yang dilakukan oleh lembaga nirlaba internasional, IFES dan Lembaga Survei Indonesia (LSI) diketahui bahwa publik berpersepsi kinerja Kelompok Penyelenggara Pemilihan Setempat (KPPS) pada pemilihan legislatif (pileg) tahun ini lebih baik. Namun demikian, masih ada sejumlah kekurangan yang diminta harus diperbaiki.

"Walaupun terjadi beberapa penyimpangan berkaitan dengan proses administrasi di Tempat Pemungutan Suara (TPS), masyarakat Indonesia memberikan nilai positif terhadap penyelenggara pemilu," demikian disampaikan peneliti Hendro Prasetyo dari LSI dalam konferensi pers di hotel Morrissey, Jakarta, Rabu (25/4).

Kekurangan terkait proses administrasi di TPS, antara lain 44 persen responden menyebutkan bahwa petugas TPS tidak memeriksa KTP saat mendaftar sebagai pemilih. Kemudian 75 persen menyatakan jari mereka tidak dibersihkan dari sisa tinta sebelum mencoblos suara.

"Di TPS mungkin ada multiperceptian security, siapa police, army atau hansip yang harus ada di sana," kata dia lagi mengenai kebingungan mengenai petugas keamanan di TPS.

Survei tersebut dilakukan berdasarkan sampel yang dikumpulkan pada tanggal 1-10 Juni, dengan margin of error 2,3 persen. Responden berjumlah 2009 orang di 33 propinsi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon