Pengamat: Angka "Undecided Voters" Takkan Ubah Peta Pemenangan Pilpres

Jumat, 27 Juni 2014 | 14:18 WIB
MS
B
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: B1
Fadjroel Rachman berbicara tentang figur pemimpin idaman di acara perayaan ulang tahun Soegeng Sarjadi Syndicate,  Rabu (12/1) di Hotel Four Seasons, Rasuna Said, Jakarta.
Fadjroel Rachman berbicara tentang figur pemimpin idaman di acara perayaan ulang tahun Soegeng Sarjadi Syndicate, Rabu (12/1) di Hotel Four Seasons, Rasuna Said, Jakarta. (Beritasatu.com/Muhammad Fajar)

Jakarta - Direktur Soegeng Sarjadi School of Government (SSSG), Fadjroel Rachman menyatakan, sebenarnya angka pemilih yang belum menentukan pilihan (undecided voters) terkini sudah tak terlalu signifikan mengubah peta prediksi pemenang capres-cawapres.

Fadjroel merujuk dua survei yang dianggapnya cukup kredibel, yakni survei P2P LIPI dan Survei Kompas, yang menyebutkan angka undecided voters adalah sekitar 22-23 persen.

Taruhlah angka undecided voters 23 persen, maka sebenarnya pemilih yang masih belum menentukan pilihan yang diperebutkan hanyalah sekitar 3 persen. Sebab, kata dia, jumlah partisipasi paling mungkin di dalam pilpres maksimal adalah 80 persen dari seluruh total pemilih.

"Partisipasi pemilih yang 80 persen itupun sudah sangat tinggi sekali. Di AS saja rata-rata partisipasi pemilih dalam pemilu itu cuma 40 persenan. Kita kalau bisa mencapai 80 persen sudah istimewa," kata dia.

Apabila partisipasi pemilih 80 persen, maka angka golput yang sudah pasti adalah 20 persen. Itu sebabnya bila survei menyebutkan angka undecided voters adalah 23 persen, maka potensi yang bisa diubah pilihannya oleh pasangan calon melalui usaha-usaha kampanyenya hanyalah sekitar 3 persen pemilih saja.

"Sejauh ini, kisaran beda elektabilitas pasangan nomor 1 dan nomor 2 itu sekitar 4 sampai 9 persen. Kalaupun tiga persen itu semuanya masuk ke calon yang diprediksi kalah, tetap takkan mengubah hasil akhir," jelas Fadjroel.

Lalu bagaimana dengan adanya 'pemilih galau', yang sebanyak 32 persen, seperti baru dipublikasikan Lingkaran Survei Indonesia? Menurut Fadjroel, hal itu akan membuat pertarungan di antara tim sukses pasangan calon ramai.

Sebelumnya, LSI mempublikasikan bahwa jika pilpres dilaksanakan hari ini, pasangan nomor urut dua, Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) akan memenangkan kontestasi itu dengan angka 45 persen atas pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dengan perolehan 38,7 persen.

Namun yang harus dicatat, LSI menemukan 8,1 persen dari pemilih Jokowi-JK masih ragu-ragu, atau pemilih militan pasangan itu adalah 36,9 persen responden.

Untuk pasangan Prabowo-Hatta, dari 38,7 persen responden yang memilihnya, 7,8 persen di antaranya masih ragu-ragu atau pemilih militan hanya 30,9 persen. Sementara undecided voters adalah 16,3 persen. Dengan demikian, ada 32,2 persen pemilih yang mereka sebut sebagai 'pemilih galau'.

"Ini justru temuan terpenting, bahwa masih ada pemilih galau 32,2 persen, yakni pemilih yang belum memutuskan digambungkan dengan pemilih yang masih ragu-ragu pada capres," kata Peneliti LSI Fitri Hari.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon