Indo Barometer: Jokowi-JK 46%, Prabowo-Hatta 42,6%

Minggu, 29 Juni 2014 | 16:01 WIB
B
FH
Penulis: BeritaSatu | Editor: FER
Dua pasangan calon presiden Joko Widodo (dua kiri) dan Prabowo Subianto (dua kanan) berserta calon wakil presiden Jusuf Kalla (kiri) dan Hatta Rajasa (kanan) hadir di aula gedung KPU (Komisi Pemilihan Umum) untuk mengikuti proses pengambilan nomor urut peserta pemilu presiden di kantor KPU pusat, Jakarta, Minggu (1/6). SP/Joanito De Saojoao.
Dua pasangan calon presiden Joko Widodo (dua kiri) dan Prabowo Subianto (dua kanan) berserta calon wakil presiden Jusuf Kalla (kiri) dan Hatta Rajasa (kanan) hadir di aula gedung KPU (Komisi Pemilihan Umum) untuk mengikuti proses pengambilan nomor urut peserta pemilu presiden di kantor KPU pusat, Jakarta, Minggu (1/6). SP/Joanito De Saojoao. (Suara Pembaruan/SP/Joanito De Saojoao.)

Jakarta - Lembaga survei Indo Barometer mengatakan calon presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa bisa memenangi Pilpres 2014 dengan catatan tren kenaikan elektabilitasnya terus berlanjut. Namun, sampai saat ini elektabilitas Jokowi-JK tetap di atas Prabowo-Hatta.

"Prabowo-Hatta bisa menang jika tren kenaikan suara mereka berlanjut, dan di sisi lain tren penurunan suara Joko Widodo-Jusuf Kalla juga terus berlanjut," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari di Jakarta, Minggu (29/6).

Dia mengatakan berdasarkan hasil survei yang dilakukan pihaknya 16-22 Juni 2014 dan melibatkan 1.200 responden di 33 provinsi Indonesia, diketahui bahwa elektabilitas Jokowi-JK 46 persen masih unggul dibanding Prabowo-Hatta 42,6 persen. Sedangkan pemilih masih belum menentukan pilihannya atau merahasiakan pilihannya sebanyak 11,3 persen.

Namun secara umum perolehan suara Jokowi-JK itu dinilai menurun dibandingkan rangkaian survei-survei sebelumnya, sedangkan perolehan suara Prabowo-Hatta terus meningkat.

Qodari menyatakan jika kenaikan elektabilitas Prabowo-Hatta berlanjut, maka pasangan itu bisa unggul cukup telak dari Jokowi-JK dengan perolehan suara 53 persen banding 47 persen pada Pilpres 9 Juli 2014.

Sebaliknya, kata Qodari, peluang pasangan Jokowi-JK untuk menang juga terbuka, jika pasangan itu bisa mempertahankan keunggulan elektabilitasnya dan 11,3 persen suara pemilih yang belum memutuskan pilihan terbagi secara proporsional kepada kedua kubu.

"Kalau Jokowi-JK dapat mempertahankan keunggulan suara, dan suara pemilih belum memutuskan pilihannya terbagi proporsional, maka Jokowi-JK bisa unggul dengan perolehan suara 52 persen banding 48 persen," ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon