Kecam Hari Santri Nasional, Fahri Hamzah Dianggap Apriori Pada Jokowi

Senin, 30 Juni 2014 | 18:55 WIB
MS
YD
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: YUD
Anggota Komisi III DPR Fahri Hamzah
Anggota Komisi III DPR Fahri Hamzah (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Jakarta - Anggota Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Fahri Hamzah, dinilai nyinyir terhadap gagasan menjadikan tanggal 1 Muharram sebagai 'Hari Santri Nasional' yang disepakati oleh para kyai dan santri dengan Capres Joko Widodo.

"Mungkin Fahri memang tak suka dengan kalangan santri, sehingga nyinyir ketika ada calon pemimpin yang ingin mengapresiasi santri," kata Aktivis Muda Nahdatul Ulama (NU) Syafiq Ali di Jakarta, Senin (30/6).

Padahal, lanjut Syafiq, sebagai politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mengusung bendera islam, mestinya Fahri menunjukkan apresiasinya terhadap ide itu.

Dengan menyepakati gagasan para santri dan kyai itu, menurut Syafiq, sama saja artinya Jokowi berniat mengapresiasi santri, yang dalam sejarah bangsa ini tak banyak dihargai.

Itu menunjukkan Jokowi memahami politik kebudayaan untuk membangun bangsa yang terdiri dari banyak elemen, diantaranya santri. Dia melanjutkan bahasa kebudayaan adalah salah satu cara untuk menguatkan rasa kebangsaan.

"Mungkin Fahri tidak memahami hal ini, atau karena dia memang sudah apriori terhadap Jokowi," imbuh Syafiq.

"Kalau sudah apriori, ya kita jadi maklum dengan pernyataannya itu."

Sebelumnya, Anggota Tim Sukses pasangan Prabowo-Hatta, Fahri Hamzah menyebut Joko Widodo sinting. Sebutan itu dilontarkan Fahri menanggapi janji Jokowi untuk menetapkan 1 Muharram sebagai hari santri nasional.

"Jokowi janji 1 Muharam hari Santri. Demi dia terpilih, 360 hari akan dijanjikan ke semua orang. Sinting!" Tulis Fahri melalui akun twitternya @Fahrihamzah.

Soal 1 Muharram sebagai Hari Santri Nasional muncul saat Jokowi berkampanye ke Pondok Pesantren Babussalam, Malang, Jawa Timur, Jumat (27/6). Para santri dan kyai meminta Jokowi menandatangani perjanjian kesepakatan untuk memperjuangkan Hari Santri Nsional itu.

Pimpinan Pondok Pesantren Babussalam Kyai Haji Thoriq Bin Ziyad menyatakan capres yang mau memperjuangkan hari santri nasional berarti telah memperjuangkan seluruh santri dan ulama. Jokowi, yang mengenakan peci hitam langsung menyanggupi permintaan tersebut.

"Saya menyanggupi permintaan menjadikan tanggal 1 Muharram sebagai hari santri nasional. Itu wajib diperjuangkan," kata Jokowi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon