Wafid Sebut Serahkan Rp 600 Juta ke Mahyudin untuk Kongres PD

Kamis, 3 Juli 2014 | 17:44 WIB
NL
B
Penulis: Novy Lumanauw | Editor: B1
Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat Mahyudin
Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat Mahyudin (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Jakarta - Mantan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Wafid Muharam menguatkan dakwaan bahwa ada aliran dana untuk Kongres Partai Demokrat (PD) dari proyek pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang, Jawa Barat.

Namun, aliran dana tersebut dikatakan Wafid diberikan melalui mantan Ketua Komisi X DPR RI, Mahyudin.

"Awalnya prof Mahyudin datang ke tempat saya menyampaikan bahwa beliau akan mengikuti kongres Partai Demokrat di Bandung. Beliau menyampaikan perlu dana untuk pemenangan Andi Mallarangeng," kata Wafid ketika bersaksi dalam sidang untuk terdakwa Anas Urbaningrum di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (3/7).

Namun, Wafid mengaku tidak langsung meluruskan permintaan Mahyudin. Sebaliknya, meminta Mahyudin melaporkannya ke Menpora, Andi Mallarangeng.

Beberapa hari kemudian, lanjut Wafid, Mahyudin mengaku telah lapor ke Andi dan sudah disetujui. Sehingga, keluarlah uang mencapai Rp 600 juta untuk Mahyudin.

Dalam sidang perkara Hambalang dengan terdakwa Deddy Kusdinar, adik kandung Wafid, saksi Cece Ibrahim memang mengaku diminta oleh kakaknya mengantarkan bahan kongres ke Mahyudin.

Bahan kongres yang dimaksud Cece diduga adalah sejumlah uang untuk Mahyudin yang ketika itu tengah mengikuti Kongres Partai Demokrat di Bandung, Jawa Barat.

"Jika menyerahkan ke Mahyudin langsung tidak. Jadi, sebelum pembukaan Kongres Demokrat di Bandung, saya di telepon Wafid untuk mendampingi orang dari Kempora yang tidak tahu Bandung untuk serahkan bahan kongres ke Mahyudin. Katanya (Wafid) untuk teknisnya Poniran akan hubungi saya," kata Cece dalam sidang.

Kemudian, Cece mengaku berhubungan sama orang yang bernama Jana yang diperintahkan oleh Wafid.

"Sekitar jam 18:30 WIB, saya bertemu Jana bersama security (petugas keamanan) pak Adi. Lalu, mereka serahkan tas dan secarik kertas yang harus dihubungi. Ternyata, saya diminta hubungi pak Ridwan yang merupakan orang kepercayaan prof Mahyudin," lanjut Cece.

Setelah menghubungi Ridwan, Cece mengungkapkan terjadi kesepakatan bertemu di Rumah Makan Sederhana di Jalan Setiabudi, Bandung, untuk menyerahkan tas yang dikatakan Wafid berisi bahan kongres.

Tetapi, ketika ditanya isi tas yang dititipkan kepadanya, Cece mengaku tidak tahu bahwa berisi uang. Sebab, yang diketahuinya berisi bahan kongres sebagaimana pesan Wafid.

Kepastian isi tas tersebut berisi uang diketahui dari kesaksian Poniran yang turut berperan dalam rangkaian peristiwa penyerahan uang ke Mahyudin di Kongres Demokrat.

"Betul (uang). Jumlahnya, Rp 600 juta," jawab Poniran ketika ditanya isi tas oleh jaksa Kiki Ahmad Yani dalam sidang yang sama. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon