Pernyataan Fahri Hamzah Hina Suara Hati Kaum Santri

Kamis, 3 Juli 2014 | 18:27 WIB
MS
YD
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: YUD
Fahri Hamzah
Fahri Hamzah (Antara/Yudhi Mahatma)

Jakarta - Paguyuban Alumni Pondok Pesantren Indonesia (PAPPI) menyatakan kecaman keras terhadap Anggota Tim Pemenangan Prabowo-Hatta yang juga Politisi PKS, Fahri Hamzah, atas pernyataannya menyebut capres Joko Widodo (Jokowi) sinting karena berkomitmen untuk menetapkan Hari Santri Nasional.

"Pernyataan 'Jokowi Sinting' itu merupakan pernyataan yang ditujukan kepada Jokowi yang akan memperjuangkan hari santri nasional. Ini adalah pernyataan yang melukai hati kaum santri. Sebab pernyataan tersebut ditujukan untuk menggagalkan wacana yang sudah sejak lama menjadi salah satu keinginan kaum santri," tegas Ketua PAPPI, Ahmad Sahal, di Jakarta, Rabu (3/7).

Padahal, lanjut Sahal, 1 Muharram adalah peringatan Tahun Baru Hijriah yang kerap dirayakan oleh kaum santri di lingkungan pondok pesantren di Indonesia. Sehingga tidak ada salahnya juga ketika salah satu hari besar umat Islam itu dijadikan hari Santri Nasional.

Bagi PAPPI, Hari Santri Nasional sangat penting sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan atas perjuangan yang dimotori dan dilakukan oleh kaum santri pada masa pra kemerdekaan hingga saat ini. Sebab sejarah mencatat kaum santri memiliki kontribusi dalam peradaban dunia, khususnya di Indonesia.

Sejak zaman pra kemerdekaan hingga saat ini, kaum santri memiliki peran dalam membangun moralitas masyarakat serta berperan dalam mengembangkan keilmuan islami ditengah-tengah masyarakat.

"Siapa yang tak kenal dengan KH Hasyim Asyhari, yang bertekad membangun sebuah negara dengan nilai-nilai persatuan dan kedaulatan yang diawali dengan khasanah keilmuan keagamaan," kata Sahal.

Sebaliknya, PAPPI berharap Pemerintah merespons gagasan hari Santri Nasional sebagai sebuah gagasan yang perlu diapresiasi. Dengan mencanangkan hari Santri Nasional itu diharapkan kaum santri dapat dihargai dan memiliki perannya kembali dalam memberikan kontribusi pembenahan mental bagi seluruh generasi muda di Indonesia.

"Oleh karena itu, PAPPI mengecam keras pernyataan politisi PKS, Fahri Hamzah yang terkesan menghina dan mendiskreditkan kaum santri," tegasnya.

Sekjen PAPPI, M.Khaeroni, menambahkan pihaknya meminta Fahri Hamzah untuk meminta maaf secara terbuka kepada kaum santri dan pondok pesantren. Dan PAPPI juga meminta kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) agar dapat bertindak tegas atas pernyataan Fahri sebagai salah satu anggota Tim Pemenangan Prabowo-Hatta.

"Pernyataan Fachri Hamzah itu merupakan tindakan tidak terpuji dan sangat tidak pantas dilontarkan oleh seorang anggota DPR RI," kata Khaeroni.

"Kami menduga pernyataan tersebut dilontarkan dengan sengaja dengan dugaan motif menyebarluaskan kebencian terhadap kalangan tertentu dan disinyalir dapat memancing suasana pemilu menjadi keadaan yang tidak kondusif."

Sejumlah anggota PAPPI adalah Ridwan Darmawan dari PP Darussalam Ciamis, Faishol Abrori dari PP Al-Multazam Jember, Ahmad Rijal dari PP Husnul Khotimah Kuningan, Tajam Teguh dari PP Modern Ar-Risalah Ponorogo, Akbar El-Wasil dari PP KH. Zaenal Mustafa di Suka Hideng Singaparna, dan Mansur dari PP Almasturiah, Sukabumi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon