Korban Penculikan 1998 Dukung Jokowi-JK
Jumat, 4 Juli 2014 | 18:46 WIB
Jakarta - Korban penculikan aktivis 1998 menyatakan dukungannya kepada pasangan capres dan cawapres Jokowi-JK. Mereka membacakan surat terbuka yang berisi harapan kepada pasangan capres nomor urut dua (2) ini untuk menyelesaikan kasus pelanggaran HAM tersebut andaikata terpilih pada pilpres 9 Juli pekan depan.
"Harapan kami cukup besar kepada Jokowi-JK. Mereka berdua adalah jalan keluar dari penantian panjang penyelesaian masalah penculikan tahun 1998," kata Raharja Waluya Jati dalam konferensi pers yang diadakan di Hotel Cemara, Jl Cemara, Menteng, Jakarta Pusat Jumat (4/7).
Mereka, para korban, merasa yakin Jokowi-JK dapat menyelesaikan kasus yang mandek selama 16 tahun itu. Sebab keduanya tak terlibat dalam kasus penculikan tersebut.
"Sengaja kami berkirim surat kepada Anda berdua, karena Anda berdua bukanlah bagian dari pelaku kejahatan politik di masa lalu," kata Raharja.
Para korban penculikan berharap, misteri penculikan tersebut segera terungkap dan benar-benar dapat dituntaskan. Dengan demikian, bangsa Indonesia tak memiliki utang sejarah kejahatan terhadap kemanusiaan di masa lalu.
Korban penculikan yang hadir dalam konferensi pers adalah Raharja Waluya Jati, Faisal Riza, dan Aan Rusdianto. Andi Arif yang sebelumnya menyatakan bahwa Wiji Thukul masih hidup, tak hadir dalam acara tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




