Kalangan Pesantren Respon Positif Hari Santri Nasional

Sabtu, 5 Juli 2014 | 14:31 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Calon Presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo bersama Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa (kanan)
Calon Presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo bersama Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa (kanan) (Antara/Widodo S.Jusuf)

Surabaya - Juru bicara Joko Widodo-Jusuf Kalla, Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa Hari Santri Nasional yang digagas Capres Jokowi mendapat respons positif dari kalangan pesantren di Jatim.

"Respons para kiai dan santri di mana-mana bagus sekali. SMS yang masuk ke HP saya juga bagus semua. Semua memuji ide itu," kata Khofifa di Surabaya, Sabtu (5/7).

Menurut Khofifah, respons positif itu didapat dari perjalanan jauh yang dilakukannya dan bertemu banyak kalangan santri, bahkan mereka memuji ide Joko Widodo itu sangat luar biasa.

"Karena itu, Fahri Hamzah (politisi PKS yang menilai Hari Santri Nasional sebagai ide sinting) harus segera minta maaf ke Joko Widodo dan masyarakat santri, jika memang dia khilaf. Kalau memang panik, jangan lantas mereduksi pikiran genuin kandidat lain," katanya.

Mantan ketua Korps PMII Putri itu menambahkan situasi lapangan sekarang kian membaik untuk keunggulan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

"Insya-Allah membawa berkah buat masyarakat," katanya.

Sementara itu, ratusan santri dari Tulangan, Sidoarjo, yang tergabung dalam Aliansi Santri Jawa Timur kembali mendatangi Kantor DPW PKS Jatim di Jalan Gayungan Surabaya, Jumat (4/7) sore.

Mayoritas santri yang berasal dari Pondok Pesantren Bumi Shalawat, Tulangan, Sidoarjo, itu dipimpin Zainuddin yang merupakan alumni Pesantren Lirboyo, Kediri, selaku koordinator Aliansi Santri Jawa Timur.

"Dalam sejarah, santri merupakan salah satu golongan yang turut memperjuangkan kemerdekaan. Salah satu bentuknya adalah Resolusi Jihad," kata Zainuddin.

Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) itu direspons para santri dengan berperang melawan Belanda dan sekutu dengan harapan dan iming-iming pahala mati syahid.

Namun, peran sentral ulama-santri pada masa revolusi kemerdekaan saat ini telah dipinggirkan. Perjuangan para santri di medan perang tidak pernah diakui.

"Sangat ironis, ketika ada salah satu capres yang akan memperjuangkan hari santri untuk mengenang jasa para ulama dan santri justru dianggap ide sinting, bahkan pihak PKS dan Tim pemenangan Prabowo-Hatta yang mengklaim didukung oleh para santri dan kiai juga terkesan membiarkan penghinaan Fahri Hamzah itu," katanya.

Padahal, aksi belasan santri Surabaya pada Kamis (3/7) sempat diterima Kabid Humas PKS Jatim, Shiddiq Baihaqi, yang berjanji akan menerima aspirasi demonstran dan akan menyampaikannya ke pusat, namun hingga kini belum ada respons.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon