Survei Charta Politika: Jokowi-JK 49,2%, Prabowo-Hatta 45%

Selasa, 8 Juli 2014 | 15:29 WIB
RW
AB
Penulis: Robertus Wardi | Editor: AB
Dua pasangan calon presiden Joko Widodo (dua kiri) dan Prabowo Subianto (dua kanan) berserta calon wakil presiden Jusuf Kalla (kiri) dan Hatta Rajasa (kanan) hadir di aula gedung KPU (Komisi Pemilihan Umum) untuk mengikuti proses pengambilan nomor urut peserta pemilu presiden di kantor KPU pusat, Jakarta, Minggu (1/6). SP/Joanito De Saojoao.
Dua pasangan calon presiden Joko Widodo (dua kiri) dan Prabowo Subianto (dua kanan) berserta calon wakil presiden Jusuf Kalla (kiri) dan Hatta Rajasa (kanan) hadir di aula gedung KPU (Komisi Pemilihan Umum) untuk mengikuti proses pengambilan nomor urut peserta pemilu presiden di kantor KPU pusat, Jakarta, Minggu (1/6). SP/Joanito De Saojoao. (Suara Pembaruan/SP/Joanito De Saojoao.)

Jakarta - Sehari menjelang pemungutan suara pada pemilihan presiden (pilpres), 9 Juli, lembaga survei Charta Politika mengeluarkan hasil survei terbarunya. Hasilnya, pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) unggul atas pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa.

"Sebanyak 49,2 persen responden memilih pasangan Jokowi-JK. Yang memilih pasangan Prabowo-Hatta sebanyak 45,1 persen. Yang belum menentukan pilihan (tidak tahu/tidak jawab) sebesar 5,7 persen," kata Direktur Charta Politika Yunarto Wijaya di Jakarta, Selasa (8/7).

Ia menjelaskan survei dilakukan pada 3-6 Juli 2014, melalui wawancara tatap muka (face to face interview) dengan menggunakan kuesioner terstruktur (structured interview) terhadap 1.200 orang masyarakat dewasa dan terdaftar sebagai pemilih. Usia minimum responden adalah 17 tahun atau sudah memenuhi syarat pemilih ketika survei dilakukan. Sampel dipilih sepenuhnya secara acak (probability sampling) dengan menggunakan metode penarikan sampel acak bertingkat (multistage random sampling), dengan memperhatikan karakter urban/rural dan proporsi antara jumlah sampel dengan jumlah pemilih di setiap provinsi. Tingkat kesalahan (margin of error) 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Yunarto menjelaskan tingkat kemantapan pemilih relatif sudah cukup besar. Sebanyak 78,8 persen responden mengaku sudah mantap dengan pilihannya saat survei dilakukan. Hanya 12,3 persen responden mengaku masih ada kemungkinan berubah dan 8,9 persen yang tidak tahu/tidak jawab.

Dia juga menjelaskan bahwa 24,5 persen responden menyatakan kampanye negatif yang dialamatkan kepada pasangan Jokowi-JK bisa memengaruhi pilihannya, sementara 53,7 persen menyatakan tidak terpengaruh.

Untuk pasangan Prabowo-Hatta, hanya 18,3 persen yang terpengaruh dengan isu miring dan kampanye negatif. Sebanyak 73 persen menyatakan tidak terpengaruh dengan isu miring atau kampanye negatif.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon