KPK: Tugas Berat Melawan Korupsi Menanti Calon Presiden Terpilih
Rabu, 9 Juli 2014 | 11:33 WIB
Jakarta - Salah satu Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Busyro Muqoddas, mengingatkan bahwa terpilih menjadi presiden bukanlah sebuah kemenangan melainkan ujian berat. Sehingga, kepada siapapun presiden yang akhirnya terpilih harus menjalankan amanah seluruh rakyat Indonesia dengan sebaik-baiknya.
"Presiden terpilih bukanlah kemenangan tetapi ujian berat di saat puluhan juta rakyat melarat akibat korupsi politik hasil pemilu sebelumnya," kata Busyro melalui pesan singkat, Rabu (9/7).
Dengan tegas Busyro mengingatkan bahwa terpilih dalam pemilihan umum menjadi ujian berat karena jika mempermaikan rakyat maka masa jabatannya tidak akan lama.
"Saya yakin, jika presiden korupsi, main kapling proyek untuk keluarga dan elit parpol pendukung, serta mengangkat politisi, birokrat dan pebisnis busuk dalam kabinet maka tidak lama usia jabatannya," tegas Busyro.
Sebaliknya, mantan Ketua Komisi Yudisial (KY) ini mengatakan jika pemimpin terpilih adalah orang jujur dan amanah maka akan dicintai oleh rakyatnya.
"Jika (presiden terpilih) jujur, memenuhi janji dan tidak borjuis maka dia akan menjadi milik rakyat," ujar Busyro.
Oleh karena itu, sekali lagi Busyro mengingatkan jangan meremehkan rakyat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




