Terima 160 Laporan Kecurangan Pilpres, Tim Jokowi-JK Siap Bawa ke MK

Senin, 14 Juli 2014 | 16:12 WIB
MS
B
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: B1
Trimedya Panjaitan
Trimedya Panjaitan (dpr.go.id)

Jakarta - Tim Hukum Pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla menyatakan telah menerima sebanyak 160 laporan dugaan kecurangan pemilu presiden, 9 Juli 2014, di seluruh Indonesia. Tim hukum tengah memverifikasi laporan itu sekaligus mempersiapkan bukti untuk dibawa ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Dari 160 laporan baru tertabulasi sebanyak 101. Kami masih terima laporan-laporan serupa itu," ujar Trimedya Panjaitan, salah seorang anggota tim hukum saat konferensi pers di Hotel Atlet Century Park, Jakarta pada Senin (14/7) siang.

Trimedya menyatakan, laporan tersebut bukan direkayasa sebab pihaknya memiliki data lengkap hingga nomor telepon sang pelapor serta waktu pengiriman pesan tersebut. Laporan itu akan diverifikasi pihaknya untuk dijadikan bukti jika hasil final suara tak sesuai dengan perhitungan pihaknya.

"Kami sudah menyiapkan 64 pengacara untuk mengawal suara itu. Satu suarapun kami tidak ikhlas dimanipulasi. Akan kami perjuangkan," ujar Trimedya.

Berikut beberapa laporan, baik dari relawan, kader partai pendukung atau masyarakat biasa yang masuk ke dalam tabulasi,

Nama: Stevan
Alamat: Pantai Indah Kapuk
Keterangan: Surat undangan berkurang dari 200 menjadi 21. Diduga dikurangi oleh KPU. Pelapor minta diadakan survei lapangan.

Nama: Iwan
Alamat: Serpong
Keterangan: Diduga ada pembagian uang yang ditujukan untuk memilih nomor urut satu di semua RT.

Nama: Wiji
Alamat: Denpasar
Keterangan: Sebanyak 400 orang belum mencoblos.

Nama: Tidak bersedia menyebut identitas
Alamat: Makassar, Jakarta Timur
Keterangan: Sekitar 90 pemilih dipindahkan ke RT yang jauh dari tempat tinggal. Pelapor khawathir dan menduga akan adanya penggelembungan suara.

Nama: Joko
Alamat: Ketapang Barat, Jawa Timur
Keterangan: Tidak adanya suara Jokowi-JK di TPS 1 hingga TPS 17 dan tidak ada tanda tangan saksi pasangan tersebut.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon