Semua Pihak Diharapkan "Legowo" Terima Hasil KawalPemilu
Kamis, 17 Juli 2014 | 16:04 WIB
Jakarta - Hasil rekapitulasi pilpres 2014 yang dilakukan oleh pihak independen seperti www.kawalpemilu.org harus dihargai sebagai komitmen anak bangsa yang berprestasi demi mengawal pemilu Luber dan Jurdil. Oleh karenanya, semua pihak diharapkan bisa legowo dan berbesar hati dengan apapun hasil yang ditunjukkan Kawal Pemilu. Apalagi hasil rekapitulasi tersebut berbasis C1 KPU.
Seruan itu disampaikan Pengamat Politik dari Universitas Sultan Agung Tirtayasa Banten, Leo Agustino, saat dihubungi dari Jakarta, Kamis (17/7).
Menurut Leo, kawalpemilu.org adalah hasil kerja anak bangsa yang berprestasi, dipelopori oleh Ainun Nadjib, seorang mantan juara olimpiade matematika dunia. Data-datanya bukan dimasukkan secara subyektif, namun obyektif berdasar pada scan C1 dari website resmi KPU.
"Toh, tujuan KawalPemilu adalah untuk menjaga independensi KPU dari intervensi pihak manapun. Selain juga, bertujuan untuk menegakkan transparansi bagi semua pihak," kata Leo Agustino.
"Semestinya sikap seorang negarawan yang kita semua harapkan, siapapun, khususnya pasangan Prabowo-Hatta, legowo atau lapang hati dengan hasil sementara rekapitulasi tersebut."
Sebab bila tidak legowo, menurut dia, hanya akan membenarkan pandangan bahwa politik Indonesia saat ini tengah dirasuki 'convex glass politics' atau politik cermin cembung.
Maksudnya dengan politik cermin cembung adalah bahwa ada pihak yang berpikir di luar fakta yang ada dengan menganggap pasangan yang diusungnya pasti menang. Itu terutama terjadi pada pihak pasangan yang belum bisa menerima hasil real count yang dilakukan oleh lembaga independen dan netral seperti KawalPemilu.
"Ini mengherankan. Sebab seharusnya mereka paham bahwa hasil KawalPemilu merupakan hasil yang sama dengan KPU. Karena scanner KPU terintegrasi dengan scanner KawalPemilu," kata dia.
Menurut Leo, jika yang terjadi adalah penolakan dalam bentuk hacking terhadap data sistem KawalPemilu, atau bentuk lainnya, maka dapat disimpulkan bahwa ada kelompok orang yang belum siap kalah, belum siap berkompetisi, dan belum siap berdemokrasi. Kondisi demikian tentu mencederai konsolidasi demokrasi yang telah dibangun rakyat Indonesia.
"Harapan Saya, berilah kesempatan kepada KPU dan lembaga independen dan netral lainnya untuk menegakkan demokrasi dan kejujuran berpolitik," tegas Leo.
"Siapa yang menjamin KPU netral? Oleh karena itu, KawalPemilu berkontribusi dalam bentuk pengawalan hasil penghitungan KPU agar hasil yang dinyatakan KPU pada 22 Juli sama dengan pilihan rakyat Indonesia."
Untuk diketahui, rekap data scan form C1 yang dipublikasikan website KPU per pukul 19.35 WIB tadi malam adalah pasangan nomor 1 Prabowo-Hatta memperoleh 58.498.365 atau 47,19 persen, sementara Jokowi-JK 65.464.676 atau 52,80 persen. Masih ada sekitar 0,09 persen data yang belum dihitung. Artinya, selisih antara kedua pasangan adalah 6.966.311 suara.
Data itu mirip dengan Real count C1 KPU yang diunggah di situs www.kawalpemilu.org. Dimana Prabowo-Hatta memperoleh 58.746.422 atau 47,17 persen suara. Sedangkan Jokowi-JK menggungguli mereka dengan mengantongi 65.770.208 atau 52,82 persen suara. Data ini diperoleh dari 95,60 persen atau 452.328 tempat pemungutan suara dari total 472.672 TPS.
Apabila dirunut ke belakang, data demikian sesuai dengan data sejumlah lembaga kredibel yang melaksanakan quick count saat Pilpres 9 Juli lalu. Misal Indikator Politik Indonesia yang menemukan Jokowi-JK unggul 52,44 persen berbanding Prabowo-Hatta 47,56 persen.
Atau data Litbang Kompas dimana Jokowi-JK 52,14 persen-Prabowo-Hatta 47,86 persen.
Data quick count RRI Jokowi-JK 52,41 persen dan Prabowo-Hatta 47,59 persen.
Serta Lingkaran Survei Indonesia yang menyatakan Jokowi-JK unggul 53,36 persen banding Prabowo-Hatta 46,64 persen, dan SMRC Jokowi-JK 52,79 persen serta Prabowo-Hatta 47,21 persen.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




