Prabowo-Hatta Diyakini Sportif Hadapi Hasil "Real Count"
Kamis, 17 Juli 2014 | 18:39 WIB
Jakarta - Pengamat Politik Ari Junaedi mengatakan, perhitungan suara Pilpres 2014 yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) tak lama lagi selesai. Kemenangan pun kian mengarah kepada pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK).
Menurutnya, suara masuk pemilih dalam Pilpres 2014 ke Komisi Pemilihan Umum hampir mendekati 100 persen. Pihak independen yang juga melakukan real count berdasar scan formulir C1 di situs resmi KPU, www.kawalpemilu.org, sudah menunjukkan bahwa besar kemungkinan pasangan Jokowi- JK dipastikan terpilih sebagai presiden dan wakil presiden baru.
Hasil perhitungan tabulasi suara yang dilakukan situs www.kawalpemilu.org itu berdasar formulir C1, DA1, bahkan DB 1 yang ditayangkan resmi di website KPU. Hasilnya pun sama dengan hitung cepat sejumlah lembaga survei kredibel seperti Pol Tracking, SMRC, Litbang Kompas, RRI, Indikator Politik, serta Populi Center.
Menurut Ari, kehadiran laman www.kawalpemilu.org merupakan partisipasi aktif dari masyarakat, yang merupakan fenomena baru kelas menengah mengawal jalannya demokrasi.
"Kita harus berterima kasih kepada penggerak kawalpemilu.org di tengah ketidakpercayaan masyarakat akan hasil quick count lembaga survei abal-abal," kata Ari di Jakarta, Kamis (17/7).
"Hasilnya sangat akurat karena sumber datanya juga resmi dari KPU. Mereka adalah aktivis simpatisan Prabowo dan Jokowi, jadi jangan apriori dengan kerja mereka yang tidak dibayar."
Saat ini, Ari yang juga pengajar pascasarjana di UI itu mengatakan, sisa suara yang masuk ke KPU tinggal menunggu dari beberapa provinsi seperti Papua, Papua Barat, dan Maluku. Namun dia yakin hal itu takkan mengubah banyak komposisi perolehan suara.
"Mengingat laporan menunjukkan di provinsi itupun Jokowi-JK juga unggul mutlak," imbuhnya.
Hal itu, kata Ari, hendaknya membuka mata pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa serta elite-elite partai pendukungnya agar bisa legowo menerima apa pun hasilnya, termasuk bila kalah.
"Sepertinya elite parpol pendukung tidak menerima kekalahan. Padahal saya yakin, jiwa sportivitas Prabowo pasti bisa menerima kekalahan. Tidak ada yang malu atau dipermalukan, kontestasi Pilpres adalah memilih putra-putra terbaik bangsa. Prabowo, Jokowi, JK atau Hatta adalah putra terbaik bangsa," kata Ari.
Menurutnya, seharusnya pendukung Prabowo-Hatta bisa legowo dan memberi masukan ke Prabowo atau Hatta untuk bisa berjiwa besar menerima keunggulan Jokowi-JK.
"Jika masih memungkinkan, toh Pilpres 2019 masih ada kesempatan selama rakyat menghendaki,"ujar Ari, yang merupakan pengajar di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang itu.
Untuk diketahui, rekap data scan form C1 yang dipublikasikan website KPU per pukul 19.35 WIB tadi malam menunjukkan pasangan nomor 1 Prabowo-Hatta memperoleh 58.498.365 atau 47,19 persen, sementara Jokowi-JK 65.464.676 atau 52,80 persen. Masih ada sekitar 0,09 persen data yang belum dihitung. Artinya, selisih suara yang diperoleh kedua pasangan adalah 6.966.311.
Data itu mirip dengan real count C1 KPU yang diunggah di situs www.kawalpemilu.org. Pada pukul 18.00 WIB, hari ini, situs itu menempatkan Jokowi-JK unggul dengan 52,83 persen atau 66.968.113 suara, mengalahkan Prabowo-Hatta yang memperoleh 47,16 persen atau 59.786.128 suara. Data TPS yang sudah masuk adalah 460.466 dari total 476.717. Data TPS yang sudah diproses adalah 457.016.
Apabila dirunut ke belakang, data demikian sesuai dengan data sejumlah lembaga kredibel yang melaksanakan quick count saat Pilpres 9 Juli lalu. Misal Indikator Politik Indonesia yang menemukan Jokowi-JK unggul 52,44 persen berbanding Prabowo-Hatta 47,56 persen.
Atau data Litbang Kompas yang menunjukkan Jokowi-JK 52,14 persen-Prabowo-Hatta 47,86 persen.
Data quick count RRI Jokowi-JK 52,41 persen dan Prabowo-Hatta 47,59 persen.
Sementara Lingkaran Survei Indonesia yang menyatakan Jokowi-JK unggul 53,36 persen banding Prabowo-Hatta 46,64 persen, dan SMRC Jokowi-JK 52,79 persen serta Prabowo-Hatta 47,21 persen.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




