Bawaslu Tak Menjawab Banyaknya Drop Box di PPLN Malaysia
Kamis, 17 Juli 2014 | 21:35 WIB
Jakarta - Bawaslu tidak menjawab tantangan saksi dari pasangan nomor urut 2 Jokowi-Jusuf Kalla (JK) terkait banyaknya drop box di PPLN Malaysia. Bawaslu disebut menerapkan standar ganda dalam rangka pengawasan pilpres di PPLN.
"Kalau menolak soal Kuala Lumpur, tidak masalah. Kalau anggota Bawaslu Pusat
tidak ada yang hadir cukup Panwasnya saja yang memberi penjelasan. Kalau ada yang hadir ada otoritas yang tertinggi untuk menjelaskannya," kata saksi pasangan Jokowi-JK, Arief Wibowo, dalam ruang rapat pleno KPU, Jakarta, Kamis (17/7).
Perwakilan Bawaslu Daniel Zuchron tidak dapat menjawab tantangan dari saksi Jokowi dengan alasan, Komisioner Bawaslu yang mengawal proses pemilihan di Malaysia adalah Nelson Simanjuntak.
Arief menilai, Bawaslu menerapkan standar ganda karena mampu memberi penjelasan mengenai situasi pemilihan di Jeddah, Arab Saudi dengan lancar namun, terbata-bata mengenai pemilihan di Malaysia.
Menyikapi hal itu, Daniel mengusulkan persoalan tersebut ditunda dulu pembahasannya karena dirinya merasa tidak tepat memberi penjelasan karena hanya memantau pemilihan di Jeddah.
Tak lama kemudian, Nelson Simajuntak akhirnya datang setelah dikontak Daniel. Penjelasannya, proses pemungutan suara berjalan cukup baik termasuk pemilihan melalui drop box maupun pos.
"Kalau ditanya proses melalui pos diawasi proses administrasinya," jelasnya.
Diketahui, suara capres nomor urut 1 Prabowo-Hatta di luar negeri karena unggul dari pemilih yang menggunakan sistem drop box dan pos. Prabowo meraih 193.897 suara mengalahkan Jokowi-Jusuf Kalla (JK) yang mendapatkan 155.024 suara.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




