Capres Diminta Ksatria dan Menerima Hasil Penetapan KPU
Jumat, 18 Juli 2014 | 23:31 WIBJakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menetapkan pemenang pemilihan presiden (Pilpres), 22 Juli mendatang. Pada penetapan itu, tentu ada yang kalah dan ada yang menang.
Mencermati hal itu, Komunitas Alumni Kolese Kanisius Jakarta mengeluarkan Komunike Bersama terkait hasil Pilpres. Mereka meminta para calon presiden (Capres) agar bersikap sportif dan ksatria apapun hasil pengumuman KPU. Para Capres juga diharapkan tidak mengerahkan pendukungnya yang bisa memanaskan situasi.
"Para Capres harus ksatria menerima hasil yang ditetapkan," kata perwakilan dari Komunitas Kanisius Rusdi Marpaung di Jakarta, Jumat (18/7).
Komunike Bersama ditandatangi alumi Kanisius seperti Agus G. Kartasasmita, Dani Wanandi, Luki Wanandi, Iwan Siswo, Tohap J Siahaan, Indra Pattiasina, Handoko Satria, dan Boy Sadikin.
Rusdi menjelaskan, pihaknya mendukung dan menuntut KPU beserta jajarannya mulai dari PPS, KPPS, PPK, KPUD Kabupaten/Kota serta KPUD Provinsi untuk jujur dalam penghitungan suara.
Alumni Kanisusi juga meminta Badan Pengawas Pemilu beserta jajarannya mulai dari Panitia Pengawas Pemilu tingkat kelurahan, kecamatan, dan kabupaten/kota serta provinsi untuk bertindak profesional terhadap setiap bentuk kecurangan dan mengawal suara rakyat.
Selain itu, kata Rusdi, mereka juga mendukung dan menuntut Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polri mengamankan jalannya proses demokrasi yang sedang berlangsung sesuai peraturan dan kehendak rakyat.
"Kami mengajak segenap Rakyat Indonesia mengawal demokrasi dan mengawasi penghitungan suara pilpres," ujar Rusdi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




