Laksanakan Pemilu Ulang, Pencoblosan Berjalan Kondusif, Namun Minat Warga Turun
Sabtu, 19 Juli 2014 | 10:45 WIB
Jakarta - Pencoblosan ulang pilpres yang dilakukan serentak di Jakarta Utara berlangsung aman dan kondusif, tanpa gangguan keamanan ataupun protes dari para saksi masing-masing capres. Namun demikian menurut pemantauan di lapangan, kondisi pencoblosan di beberapa TPS nampak sepi dan hanya segelintir warga yang mengisi bangku antrean di TPS.
Di Jakarta Utara sendiri pemungutan suara ulang dilakukan pada 7 TPS di 4 kelurahan, yaitu:
1. Kelurahan Kebon Bawang: TPS 33, TPS 40 TPS 60
2. Kelurahan Lagoa: TPS 99
3. Kelurahan Sunter Agung: TPS 26, TPS 103
4. Kelurahan Sunter Jaya: TPS 95
Heru Setio Winarso (41), warga RT6/RW6 mengatakan ia kembali melakukan pemilu ulang agar proses pemilu bisa berjalan dengan jujur dan teliti. "Disempat-sempatkanlah nyoblos ulang, meski memang harus meluangkan waktu," ujar Heru, Jakarta, Sabtu (19/7) pagi. Heru berharap agar dalam pemilu presiden ulang ini tidak terjadi kecurangan baik secara sistematis ataupun kelalaian petugas KPPS.
Siti Rodiyah, ketua KPPS TPS 33 mengatakan pemilu diulang karena ada kesalahan teknis, yaitu penggunaan KTP Daerah. "Kalau menggunakan KTP Daerah dan mau mencoblos di Jakarta harus mengurus A5 di daerah asal, baru bisa," jelas Siti.
Siti mengatakan, pemilihan ulang ini direkomendasikan atas KPU DKI Jakarta, karena ada 73 pemilih dengan menggunakan KTP Daerah tanpa form A5. "Total DPT di sini ada 596, kemarin dalam rekapitulasi disini yang menang adalah capres nomor urut dua," ujar Siti.
Siti mengatakan pada 9 Juli lalu, saat menjelang penghitungan suara, tiba-tiba datang segereombolan orang yang ingin mencoblos menggunakan KTP Daerah. "Mungkin karena petugas KPPS panik, jadi diperbolehkan," tandas Siti.
H Saifudin, warga RT10/RW16 mengatakan merasa tidak ada masalah meskipun harus mencoblos ulang. "Saya datang mencoblos untuk menunaikan kewajiban saya sebagai anggota masyarakat," ujar Saifudin. Saifudin berharap presiden yang terpilih nanti adil dan tegas dan membawa Indonesia menuju Indonesia yang makmur.
Soni Efendi, Ketua KPPS TPS 99 Kelurahan Lagoa mengatakan pada saat tingkat kecamatan ada saksi dari nomor satu protes karena diindikasikan ada pemilih yang menggunakan KTP di luar DKI. "Ada 20 orang yang menggunakan DPKTB tanpa form A5 dari total DPT disini 446 orang," jelas Soni. Soni mengatakan saat orang-orang tersebut datang untuk mencoblos, petugas KPPS salah menafsirkan aturan KPU.
Kapolres Jakarta Utara Kombes M Iqbal, dalam apel pagi mengatakan dalam pelaksanaan pemilu ulang tersebut dikerahkan 12 personil keamanan dimasing-masing TPS yang melakukan pemilihan ulang. "Ada 5 personil dari polsek dan 7 bantuan anggota dari Polres yang bertugas menjaga keamanan dan kelancaran pemilu ulang sampai penghitungan suara selesai," ujar Iqbal. Iqbal menghimbau agar masing-masing perwakilan dari masing-masing capres tetap menjaga kondisi penghitungan suara dengan kondusif.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




