Waspada! Copet Berkeliaran di Terminal Pulogadung

Selasa, 22 Juli 2014 | 00:59 WIB
FS
IC
Penulis: Fana F Suparman | Editor: CAH
Sejumlah pemudik melintas di antara bis di Terminal Pulogadung.
Sejumlah pemudik melintas di antara bis di Terminal Pulogadung. (Antara/Herka Yanis Pangaribowo)

Jakarta - Memasuki musim mudik lebaran, para pelaku tindak kriminal terutama pencurian mulai marak berkeliaran di Terminal Bus Pulogadung, Jakarta Timur.

Pada Senin (21/7), setidaknya dua pemudik menjadi korban para pencopet di terminal tersebut.

Seorang pemudik bernama Muhyamil (42) mengaku kehilangan uang tunai senilai Rp 3 juta dan sebuah ponsel yang disimpan di tas pinggangnya saat akan mudik dari Terminal Pulogadung, Jakarta Timur ke Purwodadi, Jawa Tengah, Senin (21/7). Padahal uang sebesar Rp 1 juta dari Rp 3 juta yang berada di tas pinggang itu merupakan uang titipan temannya yang tak dapat pulang kampung.

"Uang itu hasil kerja saya selama satu bulan sebagai kuli bangunan rumah di Tebet. Rencananya uang itu untuk biaya sekolah dua anak saya di kampung. Teman saya juga menitipkan uang Rp 1 juta untuk diberikan kepada istrinya di kampung," katanya ditemui di Pospol Terminal Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (21/7).

Muhyamil menduga harta yang dikumpulkannya selama menjadi kuli bangunan di daerah Tebet Jakarta Selatan itu digasak para pencopet yang berpura-pura menjadi tukang pijat saat dirinya naik Mikrolet 27 (Kampung Melayu-Pulogadung). Muhyamil mengaku naik angkot itu dari Kampung Melayu. Saat angkot berhenti di depan Stasiun Jatinegara dua pria naik angkot yang sama.

"Sebelum sampai di Terminal Pulogadung, satu orang diantara mereka menawarkan minyak untuk pijat sambil memijat-mijat tangan saya," tutur Muhyamil.

Muhyamil baru menyadari hartanya telah raib digasak copet setelah melihat tas pinggangnya terbuka saat turun dari angkot di Terminal Pulogadung. Namun, saat dicari, kedua pria itu telah melarikan diri.

"Uang Rp 3 juta dan hp saya hilang. Saya yakin dua laki-laki itu yang ambil. Saya nggak sadar waktu mereka menawarkan minyak pijat," ungkapnya.

Dengan peristiwa ini, Muhyamil mengaku kebingungan. Dia terpaksa pulang kampung dengan uang seadanya yang disimpan di kantong celana.

"Untung saya masih ada uang Rp 300.000 jadi masih bisa mudik, tapi saya bingung nanti gimana di kampung," kata Muhyamil sambil menuju busnya.

Selain Muhyamil, seorang pemudik lainnya, Iwan (52) mengaku telah kehilangan sebuah tas berisi uang tunai senilai Rp 1 juta dan sebuah ponsel saat berada di salah satu bus angkutan Lebaran di Terminal Pulogadung. Warga Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur itu berencana mengantar istrinya Rumiyati (40) dan keempat anaknya mudik ke Wonosobo, Jawa Tengah, pada Minggu (20/7) malam.

Setelah membeli tiket bus jurusan Pulogadung-Wonosobo seharga Rp 150.000 per orang, Iwan dan keluarga berdesakan dengan pemudik lain untuk dapat naik ke dalam bus.

"Istri saya berhasil masuk terlebih dahulu ke dalam bus," kata Iwan.

Saat itu, tutur Iwan, sang istri yang sudah berada di daam bus menaruh tas bawaan mereka di salah satu kursi penumpang agar tidak diisi orang lain. Setelah menaruh tas di salah satu kursi, Rumiyati ke luar bus untuk memanggil Iwan dan ketiga anak mereka untuk segera masuk ke dalam bus.

"Istri saya keluar bus hanya beberapa detik, tapi begitu kami masuk ke dalam bus tas yang ditaruh istri saya sudah hilang," ungkap Iwan.

Meski masih memiliki pegangan uang untuk membeli tiket dan selama di kampung, Iwan mengaku kecewa dengan keamanan terminal. Menurutnya, peristiwa itu tidak terjadi jika keamanan di terminal di tingkatkan terutama saat musim mudik.


"Seharusnya lagi musim mudik seperti ini keamanannya diperketat," kata pria yang sehari-hari bekerja sebagai sopir pribadi di Pulomas, Pulogadung, itu.

Menanggapi hal ini, Kepala Terminal Bus AKAP Pulogadung, Muhamad Arafat mengaku tidak mengetahui peristiwa tersebut. Menurutnya, pengamanan di Terminal Pulogadung ditangani langsung oleh pihak kepolisian yang ditugaskan di sekitar terminal.

"Saya belum dapat laporannya soal peristiwa itu. Kan sudah ada posko terpadu, dan juga ada pos polisi," ucapnya singkat

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon