Panglima Akan Turunkan Pasukan Cadangan Jika Situasi Genting
Selasa, 22 Juli 2014 | 09:51 WIB
Jakarta - Panglima TNI Jenderal Moeldoko menegaskan, selain menerjunkan pasukan strategis sebanyak 35.000 personel yang diperbantukan kepada Polri dalam pengamanan penetapan hasil rekapitulasi, TNI juga menyiagakan pasukan khusus yang dicadangkan.
Pasukan khusus cadangan tersebut terdiri dari pasukan yang diambil dari berbagai matra angkatan seperti Kopassus, Marinir, Paskhas dan Kostrad.
Dalam apel siaga pasukan TNI yang digelar di Mabesad, Jakarta Pusat, Panglima menegaskan, dia baru akan menurunkan pasukan cadangan tersebut bila kondisi benar-benar genting.
"Saya tidak inginkan pasukan cadangan diturunkan, yang berarti situasi kritis. Pedomani petunjuk panglima TNI. Sepanjang sesuai prosedural, Panglima bertanggung jawab penuh terhadap apa yang kalian lakukan," kata Panglima di hadapan pasukan cadangan TNI.
Dalam kesempatan tersebut, Panglima menegaskan, TNI sama sekali tidak inginkan tindakan dari kelompok-kelompok tertentu yang ingin mengganggu stabilitas nasional.
"Dalam setiap kesempatan saya katakan, kerusakan infrastruktur sangat mudah diselesaikan. Tetapi karena tindakan anarkis yang akibatkan kerusakan struktur sosial, akan sangat sulit dikembalikan," jelas Panglima.
Oleh sebab itu, TNI bertekad dengan segala kekuatan akan bertindak tegas menyelamatkan bangsa dan negara. Kebijakan tersebut, menurutnya, sangat jelas, netral, tegas dan profesional.
"Itu adalah standar yang kita miliki," ucap Moeldoko.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




