Separatis Ukraina Serahkan Gerbong Berisi Jenazah Korban MH17
Selasa, 22 Juli 2014 | 11:06 WIB
Hrabove – Setelah empat hari mendapat tekanan dari internasional, akhirnya separatis Ukraina Pro-Rusia melepaskan gerbong kereta api yang berisi jenazah korban pesawat Malaysia Airlines MH17. Penyerahan itu bersamaan dengan diserahkannya kotak hitam pesawat MH17 oleh pihak separatis ke penyidik Malaysia.
Jenazah yang dibiarkan membusuk karena terpanggang panas terik dan penanganan yang tidak wajar memicu kemarahan keluarga korban dari berbagai negara. Selama empat hari, pihak separatis enggan bekerja sama untuk penanganan terhadap jenazah korban.
Presiden Barack Obama menuduh gerilyawan merusak barang bukti dan menghina keluarga korban. Obama memperingatkan akan adanya sanksi baru terhadap Rusia.
Sebanyak 298 jenazah korban yang kebanyakan berasal dari Belanda, telah menjadi bagian dari konflik di Ukraina. Sebab, mereka menjadi bukti misteri jatuhnya MH17 pada 17 Juli.
Duka keluarga yang ditinggalkan telah berubah menjadi kemarahan setelah keluarga kesulitan untuk mendapatkan jenazah sanak saudara yang mereka cintai, karena jenazah-jenazah itu dikuasai separatis.
"Ketika saya di tempat tidur di malam hari, saya melihat anak saya tergeletak di tanah. ... Mereka harus pulang, tidak hanya dua. Semuanya harus pulang," ujar Silene Fredriksz-Hoogzand, yang putra serta calon mantunya tewas dalam peristiwa itu.
Hoogzand menjelaskan, anak dan calon menantunya itu berada di MH17 untuk perjalanan wisata ke Bali.
Sementara itu, ahli forensik internasional akhirnya memperoleh akses ke lokasi kecelakaan pada Senin (21/7). Kepala Investigasi Forensik Belanda, Peter Van Vliet mengaku merinding melihat lokasi kejadian.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




