Partisipasi Menurun, KPU: Angka 70% Bukan Jumlah yang Buruk

Rabu, 23 Juli 2014 | 17:25 WIB
A
B
Penulis: A-25 | Editor: B1
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Sigit Pamungkas.
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Sigit Pamungkas. (KPU/KPU)

Jakarta - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Sigit Pamungkas mengatakan bahwa partisipasi pada pemilu presiden (pilpres) 2014 memang mengalami penurunan dibandingkan pemilu legislatif (pileg) 2014.

Seperti diketahui, partisipasi pileg 2014 kemarin mencapai 75,11 persen sementara pada pilpres kemarin tercatat hanya 70 persen. Sementara jika dibandingkan dengan pilpres 2009, partisipasi pilpres berada diangka 71,7 persen.

"Memang kalau dilihat dari tren nasional mengalami penurunan. Tapi kalau diletakkan dalam kerangka global partisipasi pemilu angka 70 persen bukan angka yang buruk. Memang secara kuantitatif mengalami penurunan. Tapi secara mutu partisipasi mengalami peningkatan," ujarnya di Gedung Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (23/4).

Sigit menambahkan, segenap proses yang dulu di luar aktifitas pemilih sangat terbatas. Namun pada pemilu ini, lanjut Sigit, pada semua tahapan pilpres partisipasi publik sangat tinggi.

"Kesukarelaan warga negara juga mengalami peningkatan pada setiap tahapan. Relawan-relawan yang tidak terafiliasi maupun relawan yang terafiliasi. Ini justru menjadi babak baru pematangan demokrasi di Indonesia. Karena mutu demokrasi itu akan semakin teguh ketika mutu partisipasi lebih baik," ungkapnya.

Sigit menambahkan setidaknya ada dua fenomena yang berbeda dalam pelaksanaan pilpres 2014. Dimana gairah mengikuti pilpres berkembang di masyarakat perkotaan.

"Tapi tidak begitu kuat di masyarakat pedesaan. Jangkauan tim sukses, media, untuk bisa menggerakkan masyarakat di pedesan relatif tebatas. Dibandingkan dengan kemampuan aktor-aktor itu tadi. Padahal pemilih kita sebagian berada di pedesaan. Karena mayoritas pemilih di pedesaan dan kemampuan menjangkau terbatas, itulah yang menyebabkan partisipasi relatif menurun," katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon