Sukses Awali ISL, PSPS Bingung Cari Sponsor
Senin, 5 Desember 2011 | 15:23 WIB
Sambil berharap juga pada Pemkab Kuansing yang menjadi markas dalam dua tahun terakhir, PSPS kini masih harus mencari sponsor untuk sumber pendanaan.
Tim PSPS Pekanbaru tampil meyakinkan di laga awal Indonesia Super League (ISL) musim kompetisi 2011/2012, dengan menumbangkan Persidafon Dafonsoro, 4-1. Hanya saja, tim tersebut saat ini masih kebingungan soal dana.
Masalahnya, hingga sekarang belum ada kepastian sponsor yang akan menjadi sumber pendanaan tim berjuluk Askar Bertuah tersebut. Seperti diungkapkan manajer PSPS, Boy Sabirin, Senin (5/12), pihaknya terpaksa masih harus bekerja keras dan terus melakukan pendekatan dengan berbagai pihak, demi mendapatkan sumber dana.
"Kawan-kawan yang pernah menjadi pengurus PSPS, juga turut membantu untuk mencarikan sponsor. Begitu juga komisaris dan rekan-rekan lainnya di klub," kata Boy menjelaskan.
Namun demikian, nyatanya hingga pekan kedua kompetisi ini berlangsung, masih belum ada kejelasan. Meskipun Boy sendiri mengaku pihaknya yakin akan bisa mencarikan solusi.
Terkait dengan itu, Boy pun mengungkapkan bahwa pihaknya berharap Pemkab Kuansing yang menjadi lokasi kandang PSPS di kompetisi dua tahun belakangan, bisa membantu dalam hal pendanaan.
"Kita sangat berterimakasih kepada Pemkab Kuansing yang mengizinkan tim bermain di Stadion Sport Center (Taluk Kuantan), sebagai kandang kita. Namun kami juga sangat berharap, agar pihak Pemkab bisa memberikan kontribusi positif lainnya, dengan mencarikan sponsor untuk turut membantu klub," harapnya.
Di luar itu, kata Boy, PSPS ke depan sangat berharap pada bantuan dari pihak swasta, baik dari perusahaan maupun kalangan industri lainnya yang ada di Riau. Ia pun memperkirakan bahwa PSPS akan butuh biaya lebih besar dibanding tahun sebelumnya, karena jumlah klub yang ikut di ISL kali ini adalah 18, bertambah tiga tim dari tahun lalu yang hanya 15 klub.
Tim PSPS Pekanbaru tampil meyakinkan di laga awal Indonesia Super League (ISL) musim kompetisi 2011/2012, dengan menumbangkan Persidafon Dafonsoro, 4-1. Hanya saja, tim tersebut saat ini masih kebingungan soal dana.
Masalahnya, hingga sekarang belum ada kepastian sponsor yang akan menjadi sumber pendanaan tim berjuluk Askar Bertuah tersebut. Seperti diungkapkan manajer PSPS, Boy Sabirin, Senin (5/12), pihaknya terpaksa masih harus bekerja keras dan terus melakukan pendekatan dengan berbagai pihak, demi mendapatkan sumber dana.
"Kawan-kawan yang pernah menjadi pengurus PSPS, juga turut membantu untuk mencarikan sponsor. Begitu juga komisaris dan rekan-rekan lainnya di klub," kata Boy menjelaskan.
Namun demikian, nyatanya hingga pekan kedua kompetisi ini berlangsung, masih belum ada kejelasan. Meskipun Boy sendiri mengaku pihaknya yakin akan bisa mencarikan solusi.
Terkait dengan itu, Boy pun mengungkapkan bahwa pihaknya berharap Pemkab Kuansing yang menjadi lokasi kandang PSPS di kompetisi dua tahun belakangan, bisa membantu dalam hal pendanaan.
"Kita sangat berterimakasih kepada Pemkab Kuansing yang mengizinkan tim bermain di Stadion Sport Center (Taluk Kuantan), sebagai kandang kita. Namun kami juga sangat berharap, agar pihak Pemkab bisa memberikan kontribusi positif lainnya, dengan mencarikan sponsor untuk turut membantu klub," harapnya.
Di luar itu, kata Boy, PSPS ke depan sangat berharap pada bantuan dari pihak swasta, baik dari perusahaan maupun kalangan industri lainnya yang ada di Riau. Ia pun memperkirakan bahwa PSPS akan butuh biaya lebih besar dibanding tahun sebelumnya, karena jumlah klub yang ikut di ISL kali ini adalah 18, bertambah tiga tim dari tahun lalu yang hanya 15 klub.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




