Tim Mawar Jegal Calon Pimpinan KPK

Senin, 5 Desember 2011 | 18:51 WIB
AP
FH
Penulis: Arientha Primanita/ZAL | Editor: FER
Voting pimpinan KPK di Komisi III DPR, Jumat (2/12)
Voting pimpinan KPK di Komisi III DPR, Jumat (2/12) (Antara Foto)
Menkumham tidak tahu ada Tim Mawar yang menjegal salah satu calon pimpinan KPK.


Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Amir Syamsuddin mengaku pihaknya tidak tahu ada Tim Mawar yang disebut-sebut menjegal salah satu calon pimpinan KPK.

"Tidak sama sekali, bagaimana Kemenkumham bisa mengetahui soal itu (Tim Mawar di DPR)?" kata Amir, kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta hari ini.

Mulai dari kedelapan nama calon pimpinan KPK diumumkan oleh Panitia Seleksi, isu keberadaan Tim Mawar merebak di DPR. Disebutkan, tim yang terdiri dari beberapa anggota DPR Komisi III dari berbagai fraksi ini ingin menjegal satu calon tertentu, terutama yang diunggulkan oleh Sekertariat Gabungan dan Partai Demokrat.

"Apa yang terjadi di DPR itu disaksikan secara terbuka oleh masyarakat dan publik. Lebih baik kita berpegang kepada apa yang telah dilakukan secara terbuka tadi, daripada mengembangkan isu yang tidak jelas," ujarnya

Pada rapat hari Jumat, Komisi III DPR memutuskan empat orang sebagai pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2011-2014, yakni Bambang Widjojanto, Abraham Samad, Adnan Pandu Praja, dan Zulkarnaen.

Amir mengatakan dirinya menghargai empat pimpinan KPK yang baru saja terpilih melalui proses voting di Komisi 3 (Hukum) di DPR Jumat, 2 Desember 2011 lalu. Ia mengatakan keempat orang tersebut, ditambah dengan Busyro Muqqodas yang sudah terpilih memiliki kelebihan masing-masing dan rakyat memiliki harapan besar kepada semuanya.

Ditegaskan Amir, kementeriannya berharap KPK bisa menjadi lembaga yang eksis dan bisa memberi motivasi lembaga-lembaga penegak hukum lainnya seperti Kepolisian dan Kejaksaan Agung dalam upaya pemberantasan korupsi.

"Yang utama untuk dilakukan adalah meningkatkan fungsi pencegah, selama ini kan titik beratnya kan penindakan, justru pencegahan harus dimaksimalkan," ujarnya.

Terkait dengan terpilihnya Abraham Samad sebagai Ketua KPK periode 2011-2015, kementeriannya tidak merasa kecewa, meski Abraham kurang populer dibanding koleganya yang lain.

"Saya kira track recordnya sangat menjanjikan. Tinggal bagaiamna dia diharapkan lebih kepada langkah tindakan seperti yang ia janjikan, daripada publikasi," ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon