Saham Pilihan Daewoo Securities
Kamis, 7 Agustus 2014 | 08:56 WIB
Jakarta- Riset PT Daewoo Securities Indonesia menyatakan, saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) bisa menjadi perhatian investor setelah dalam beberapa perdagangan terakhir mengalami penurunan cukup dalam.
Melihat murahnya valuasi KLBF, saham di sektor barang konsumsi ini diperkirakan akan berbalik arah menguat (rebound) untuk jangka pendek.
"Sebagai salah satu pemain di sektor barang konsumsi, kami percaya KLBF layak menjadi perhatian investor," tulis riset Daewoo Securities Indonesia, Kamis (7/8).
Riset tersebut menyatakan, selama lima hari perdagangan terakhir, saham KLBF tergelincir 9,4 persen. Pada Rabu (6/8), harga KLBF ditutup pada Rp 1.595, atau lebih rendah 11 persen dari level tertingginya di Rp 1,800 pada 16 Juli 2014.
"Dalam pandangan kami, penurunan harga saham KLBF sebagian besar disebabkan oleh respons investor terhadap lemahnya kinerja kuartal II-2014, di tengah kenaikan spektakuler harga saham perusahaan di sektor farmasi tersebut," kata riset tersebut.
Riset Daewoo menyatakan, kinerja KLBF pada kuartal II-2014 menyebabkan sentimen memburuk, sehingga mendorong investor melihat kembali valuasi KLBF yang diperdagangkan pada 32,6x price earning (P/E) sepanjang 2014 dibanding IHSG pada 16,4x P/E sepanjang 2014.
Sebagai catatan, KLBF sepanjang semester I-2014 membukukan pendapatan Rp 8,380 triliun naik 12,9 persen dari periode yang sama tahun 2013. Pertumbuhan penjualan didorong seluruh lini bisnis. Namun demikian, profit margin dan laba usaha margin kotor KLBF adalah relatif stabil, masing-masing pada level 48 persen dan 16 persen.
Untuk tetap menjaga pertumbuhannya, KLBF akan menerapkan beberapa strategi seperti meningkatkan pemasaran dan efektivitas penjualan, memperkuat portofolio bisnis melalui inovasi produk, memperkuat bisnis global di luar ASEAN dan meningkatkan pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Menurut riset Daewoo, target harga resmi KLBF adalah Rp 1.740. Namun saat ini kami masih meninjau level harga tersebut. Target harga tersebut merefleksikan 35,5x P/E FY14F dengan petensi kenaikan harga sekitar 9,1 persen.
"Kami menganggap valuasi KLBF saat ini cukup murah mengingat rata-rata industri tertinggal P/E dari 31,6x. Kami melihat potensi rebound dalam jangka pendek untuk KLBF," kata dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




