Netizen Hadang Pengaruh ISIS di Indonesia

Jumat, 8 Agustus 2014 | 20:25 WIB
RW
FB
Penulis: Robertus Wardi | Editor: FMB
Warga hadir dalam diskusi dengan
Warga hadir dalam diskusi dengan "Umat Beragama dan Kepercayaan Menolak ISIS demi Keutuhan NKRI" di Jakarta, Senin (4/8). (Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao)

Jakarta - Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mulai menyebarkan pengaruhnya ke seluruh dunia dengan memanfaatkan media digital termasuk kanal sosial media (Sosmed), tak terkecuali di Indonesia.

Awal Agustus ini sebuah video diunggah di YouTube berjudul "join ranks" menampilkan sosok pria yang diyakini orang Indonesia mengajak kaum muslim di Indonesia untuk "hijrah"/bergabung ke ISIS. Video tersebut sontak memicu keramaian di sosial media yang menyebar hingga ke media konvensional dan mainstream.

Topik percakapan terkait ISIS di Indonesia pun terus berkembang diantaranya muncul penolakan terhadap ISIS, tanggapan pihak militer, pemerintah, dan tokoh-tokoh politik serta isu-isu yang sifatnya konspirasi seperti ISIS bentukan Israel dan anggapan bahwa isu ISIS sesungguhnya dihembuskan sebagai isu pengalihan dari isu Pilpres.

Lembaga pemantau percakapan dalam sosial media (Sosmed) Politicawave berhasil memantau percakapan terkait isu ISIS di Indonesia dan reaksi netizen di periode 4 - 7 Agustus. Total percakapan selama periode tersebut mencapai 98,311 buzz dengan jumlah akun yang mempercakapkan (unique user) sebanyak 26,002 akun.

Puncak percakapan terkait ISIS di Indonesia terjadi 5 Agustus 2014 dengan topik-topik utama terkait polemik video ISIS di Youtube terutama rasa penasaran netizen mengenai tindakan pemerintah atas video tersebut dan upaya aparat kemanan untuk menangkap dan mengungkap aktor utama yang menyerukan ajakan bergabung dengan ISIS di video tersebut. Selain itu adanya desakan masyarakat dan netizen agar pemerintah segera mengambil tindakan nyata dan pencegahan pada pengaruh ISIS yang sudah mulai merebak di beberapa tempat di Indonesia seperti di Malang, Depok, Bekasi dan Solo.

Topik-topik lainnya yang juga banyak dipercakapkan adalah mengenai Baasyir bantah dukung ISIS dan pernyataan kecaman terhadap ISIS dari tokoh - tokoh Agama seperti Din Syamsuddin, KH. Hasyim Muzadi, Jalalludin Rakhmat dll. Beberapa tokoh politik pun diberitakan turut menyatakan penolakan terhadap paham ISIS tersebut seperti Jokowi, Ridwan Kamil dan Hamdan Zoelva.

"Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia, kondisi tersebut menjadikan Indonesia dilirik oleh kalangan ekstrimis dan radikal agama sebagai tempat yang sangat potensial untuk merekrut anggota - anggota baru. Kemajuan teknologi mempermudah dan mempercepat perluasan pengaruh yang dilakukan melalui kanal - kanal digital yang interaktif seperti Youtube, Twitter, Facebok, website, forum dan blog," kata Pendiri Politicawave Yose Rizal di Jakarta, Jumat (9/8).

Ia menuturkan reaksi masyarakat Indonesia patut dibanggakan khususnya para netizen di dunia maya. Alih - alih merasa ketakutan, netizen Indonesia justru bereaksi cepat dan keras dalam menuntut pemerintah untuk segera melakukan tindakan pencegahan. Bahkan tindakan mereka bisa dibilang sangat vokal dengan langsung mengkritik akun - akun pejabat yang berwenang seperti kritik yang dilontarkan netizen atas lambatnya upaya menkominfo menutup akses video dan berbagai situs berkaitan dengan ISIS yang dianggap menyebarkan konten-konten berbahaya dengan langsung me-mention akun twitter @tifsembiring.

Inisiatif netizen juga berlanjut dengan dibuatnya petisi di change.org yang berjudul Tolak Teroris ISIS di Indonesia dan di inisiasi oleh Majelis Taklim Al Mukhlisin Bjm, petisi tersebut telah berhasil mengumpulkan 19,882 tanda tangan.

"Netizen Indonesia telah berhasil menunjukan kedewasaan yang sangat luar biasa melalui sosial media, hal tersebut ditunjukan dari bersatunya suara netizen untuk mencegah dan mendesak pemerintah untuk menghentikan perkembangan ISIS di Indonesia tanpa menyerukan aksi - aksi massa yang berpotensi mengganggu kestabilan hankam," ujarnya.

Dia berharap pemerintah seyogyanya memberikan perhatian serius pada sosial media dimana arus persebaran informasi dan reaksi netizen kini layak disebut sebagai salah satu komponen utama dalam menjaga keamanan dan melawan segala daya dan upaya yang bisa merongrong persatuan serta kesatuan Indonesia. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon