Tim Prabowo-Hatta Nilai Sistem Noken Cederai Demokrasi

Selasa, 12 Agustus 2014 | 20:30 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1

Jakarta - Tim Kuasa Hukum Prabowo Subianto - Hatta Rajasa, Rahman Arif, menilai sistem noken pada Pemilihan presiden 2014 di Papua tidak dilakukan secara mufakat.

Menurut Rahman seharusnya sistem noken mengutamakan kepentingan bersama atau musyawarah untuk mencapai kemufakatan. Rahman juga menilai kehidupan demokrasi di tanah air dicederai oleh sistem noken pada pilpres lalu.

"Hari ini hampir membuka mata kita, bahwa sistem noken seharusnya tidak ada di kehidupan demokrasi di tanah air. Saya katakan telah terjadi cara-cara kotor dalam pelaksanaan pemilu, bahkan kapolres pun terlibat melakukan penekanan, melakukan intimidasi untuk memilih calon tertentu, ini kan tidak baik," ujar Rahman di Jakarta, Selasa (12/8), seperti dikutip Radio Republik Indonesia.

Seperti diketahui satu hal yang diprotes kubu Prabowo-Hatta adalah munculnya nol suara bagi pasangan ini di beberapa tempat di Papua. Munculnya nol suara pada kontestan pemilu di Papua diduga karena adanya sistem noken.

Sistem noken yang dimaksud adalah memilih dengan pola big men atau suara diserahkan dan diwakilkan kepada Ketua Adat sehingga warga harus taat kepada keputusan Ketua Adat tersebut.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon