3 Tahun Diperkosa Paman, Bocah 9 Tahun Derita Penyakit Kelamin Kronis

Rabu, 13 Agustus 2014 | 15:08 WIB
FS
B
Penulis: Fana F Suparman | Editor: B1
Ilustrasi kekerasan seksual
Ilustrasi kekerasan seksual (Istimewa)

Jakarta - Bocah berusia sembilan tahun berinisial Ir menderita penyakit kelamin yang kronis. Penyakit tersebut berasal dari virus yang menyebar akibat tindakan pemerkosaan yang kerap dilakukan pamannya S (60).

"Kalau buang air kecil masih sering sakit," kata Ir saat ditemui di Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Jalan TB Simatupang, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (13/8).

Ir menuturkan, pemerkosaan yang dialaminya pertama kali terjadi saat ia masih berusia enam tahun. Saat itu, pelaku yang dikenal dengan sebutan Baba mengajak Ir untuk main di rumah yang bersebelahan dengan rumahnya di daerah Ciputat, Tangerang Selatan. Di sebuah kamar yang ada di rumahnya, S melancarkan aksinya dengan disertai ancaman.

"Dia bercanda dengan saya di kamar rumahnya yang samping-sampingan dengan rumah saya. Lama-lama nanya mau digituin. Saya enggak mau, tetapi dia mengancam mau bunuh saya," tutur Ir.

Lantaran takut, Ir hanya mampu menangis hingga tertidur di lokasi kejadian. Saat terbangun dan teringat peristiwa yang menimpanya, Ir menangis keras sambil berlari ke rumahnya. "Dia bilangnya saya menangis karena enggak mau sekolah," katanya.

Ancaman yang dilontarkan pelaku membuat Ir tak berani bercerita pada siapapun. Akibatnya, peristiwa ini terjadi berulang kali hingga Ir akan naik ke kelas IV SD. Ir mengaku tak dapat lagi menghitung perlakuan bejat yang dilakukan pamannya. Setiap usai melancarkan aksinya, selain mengancam, pelaku juga memberi uang kepada Ir agar tutup mulut. "Dikasih uang kadang Rp 5.000 kadang Rp 10.000. Sempat diancam juga, kalau tidak mau, saya mau dibunuh," ungkapnya.

Sebelum menyetubuhi dan menularkan virus pada Ir, pelaku juga memperkosa kakak Ir berinisial Ek (15) sejak usia TK hingga kelas V SD. Ir baru berani menceritakan peristiwa ini pada orangtuanya I (39) dan Kt (39) setelah Ek mengakui telah menjadi korban sang paman.

I mengaku terkejut dengan peristiwa yang dialami kedua anaknya. Apalagi, akibat peristiwa yang dialaminya membuat Ir menderita penyakit kelamin yang kronis.

I mengaku seringkali menemukan bercak darah, dan lendir berwarna hijau yang mengeluarkan bau busuk saat mencuci celana dalam Ir. Berdasar hasil pemeriksaan, selain luka akibat benda tumpul, pada bagian kelamin Ir juga ditemukan virus. "Hasil visum ternyata benar, kalau anak saya punya penyakit. Kalau terlambat datang ke dokter, dia bisa meninggal. Dia akan punya penyakit kanker rahim," kata I yang tak sanggup menahan tangis.

Atas tindakan yang dilakukannya, I berharap pelaku yang juga kakak iparnya segera diadili dan dijatuhi hukuman berat. Tak hanya itu, I juga menuntut S untuk menanggung seluruh biaya pengobatan Ir. "Saya ingin pelaku seberat-beratnya. Dia juga harus mengeluarkan uang pengobatan anak saya. Saya ingin agar anak saya diobati dengan baik," harapnya.

Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait menyatakan, pihaknya akan mendampingi Ek dan Ir dalam menghadapi kasus ini. Dalam waktu dekat, pihaknya akan membawa Ir untuk tes darah. "Karena kelamin korban mengelurakan bau busuk. Kami khawatir dengan penyakit yang dialami akibat virus yang ditularkan pelaku," kata Arist.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon