Direvitalisasi, Bus AKAP di Terminal Rawamangun Dialihkan
Jumat, 15 Agustus 2014 | 07:57 WIB
Jakarta - Bus-bus antar kota antar provinsi (AKAP) yang biasanya menaikan dan dan menurunkan penumpang di Terminal Rawamangun, Jakarta Timur, dialihkan ke Terminal Pulogadung dan Terminal Pulogebang.
Pengalihan ini dilakukan agar aktivitas pengangkutan penumpang tak terganggu selama Terminal Rawamangun direvitaliasi.
Dengan anggaran sebesar Rp 47 miliar, revitalisasi Terminal Rawamangun ditargetkan rampung pada Desember mendatang.
Menurut Kepala UPT Terminal Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Anton Parura, pihaknya mempersilakan perusahaan-perusahaan otobus mengoperasikan armadanya di Terminal Pulogadung atau Terminal Terpadu Pulo Gebang yang masih kosong.
Namun, pihaknya tak akan memaksa jika ada perusahaan otobus yang tetap beraktifitas di Terminal Rawamangun selama dapat disesuaikan dengan proses revitalisasi.
"Kami mohon perusahaan otobus dapat mengerti karena kalau alat berat sudah masuk, dibutuhkan area lebih luas. Selama proses revitalisasi ini jelas ada dampaknya, karena lahan sempit otomatis terjadi kemacetan lalu lintas. Namun kami sudah meminta Sudin Perhubungan Jakarta Timur untuk mengatur lalu lintas agar tak terjadi kemacetan," kata Anton kepada wartawan saat ditemui di kantornya, Kamis (14/8).
Selain kepada perusahaan otobus, Anton mengatakan, pihaknya telah menyosialisasikan revitalisasi kepada para pedagang di terminal untuk dapat memahami kondisi ini. Selama proses revitalisasi, Anton menyatakan pihaknya menyediakan satu lajur untuk pergerakan bus antar-kota mengangkut penumpang.
"Sementara satu lajur lagi dibuat secara semi-permanen di depan terminal, dengan memanfaatkan jalan raya, untuk pergerakan bus antar-kota menurunkan penumpang," katanya.
Anton menjelaskan, model revitalisasi yang dikembangkan adalah dengan memisahkan lalu lintas armada bus dan pejalan kaki. Model bangunan yang dipilih adalah model kolonial karena relatif tak ketinggalan jaman.
Dalam revitalisasi yang digarap oleh PT Jaya Kontruksi nantinya, lajur-lajur armada bus dalam kota dan antar kota akan mengelilingi gedung terminal yang didirikan di area tengah.
Di sisi barat dibangun lajur khusus bus antar-kota, sementara di sisi timur bangunan terminal akan dibangun lajur untuk armada bus dalam kota. Ada dua bangunan yang akan didirikan di Terminal Rawamangun, yakni bangunan berlantai empat untuk kantor Terminal Rawamangun, kantor UPT Terminal DKI, dan kantor Sudin Perhubungan Jakarta Timur.
"Sedangkan satu bangunan lagi digunakan untuk aktifitas angkutan penumpang yang didirikan memanjang dengan dua lantai. Lantai satu untuk menaikan dan menurunkan penumpang, dan lantai kedua untuk mobilitas pejalan kaki, restoran, dan toko," paparnya.
Dengan demikian, Anton berharap tidak ada lagi kesemrawutan di Terminal Rawamangun karena area yang digunakan penumpang berbeda dengan area yang digunakan kendaraan. Calon penumpang nantinya tinggal menuju peron untuk ke tempat armada yang dituju.
"Terminal ini kita tata agar lebih tertib. Antara orang dan kendaraan berada di tempat berbeda agar keamanan dan kenyamanan lebih terjamin," ujar Anton.
Selain Terminal Rawamangun, Anton menyatakan, pihaknya juga merevitalisasi tiga terminal lainnya, yakni Terminal Klender, Terminal Pinang Ranti, dan Terminal Muara Angke.
Proyek revitalisasi keempat terminal ini setidaknya akan memakan biaya sebesar Rp 124 miliar dengan rincian Terminal Rawamangun sebesar Rp 47 miliar, Terminal Klender sebesar Rp 27 miliar, Terminal Pinang Ranti sebesar Rp 38 miliar, dan Terminal Muara Angke sebesar Rp 9 miliar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




