IPW Laporkan Kapolres Balikpapan ke Mabes Polri
Sabtu, 16 Agustus 2014 | 02:48 WIB
Balikpapan - Indonesia Police Watch (IPW) melaporkan sikap Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Balikpapan, AKBP Andi Azis Nizar ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri agar kepemimpinannya dievaluasi.
"Karena tidak sepantasnya seorang pejabat publik marah saat dikonfirmasi mengenai kasus yang sedang ditanganinya. Sebab yang dilakukan Kapolres Balikpapan yang marah saat ditanya oleh Ketua DPD Gerakan Nasional Anti-Narkoba (Granat) Kaltim, Kiki Asikin soal keberadaan anak salah satu Kepala Daerah di Kaltim yang diduga dibebaskan karena kasus narkoba," Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane saat dihubungi, Jumat (15/8).
Menurutnya, hal tersebut menunjukan Kapolres Balikpapan tidak siap untuk menjadi pejabat publik. "Di era reformasi sekarang ini pimpinan kepolisian yang sewenang-wenang dan arogan sudah tidak pantas memimpin wilayah dan menjadi pejabat publik," kata Neta.
IPW mengingatkan Mabes Polri dalam menempatkan pimpinan kepolisian di daerah, terutama Kapolres harus mempertimbangkan sikap kepemimpinan, mengayomi, mau memahami aspirasi publik, tidak arogan dan sewenang-wenang.
"Dalam kasus narkoba yang ditangani Polres Balikpapan tersebut IPW melihat banyak keanehan. Misalnya, kenapa polisi tidak secara cepat menetapkan tersangka, mengingat barang bukti narkoba ditemukan di tempat kejadian perkara?" kata Neta.
"Lalu kenapa Polres Balikpapan harus membawa barang buktinya ke Laboratorium Forensik di Surabaya, sebenarnya cukup melakukan tes urin di Mapolres Balikpapan," katanya.
"Keanehan ini membuat publik patut mempertanyakan, ada apa dengan Polres dan Kapolres Balikpapan? Untuk itu IPW berharap tim Mabes Polri yang terdiri atas Propam segera turun tangan mengusut kasus ini," kata Neta.
Sebenarnya yang patut dicurigai polisi dalam kasus ini, kata Neta, adalah berkumpulnya sejumlah orang yang diduga terdiri atas pengusaha dan anak pejabat di tempat hiburan malam tersebut. Apakah mereka sekadar diduga menggunakan narkoba atau membahas pembagian proyek yang bernuansa kolusi
"Artinya, selain menangani kasus narkobanya, Polres sebenarnya bisa mencermati dugaan tindak pidana KKN di balik kasus ini. Namun, sepertinya publik tidak bisa berharap banyak terhadap Polres, untuk itu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah saatnya mencermati manuver-manuver orang-orang partai, kontraktor dan anak-anak pejabat di Kaltim," kata Neta.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




