Setiap Anak Miliki Bakat Olahraga

Jumat, 9 Desember 2011 | 00:10 WIB
NP
B
Penulis: Novy Lumanauw/ Pudjatari | Editor: B1
Ilustrasi
Ilustrasi (photostock/freedigitalphotos)
Sayangnya belum ada penelitian untuk menentukan secara akurat bakat tersebut.

Pakar olahraga Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah, Prof Dr HM Furqon Hidayatullah, MPd, mengatakan pada dasarnya setiap anak memiliki bakat olahraga.

Sayangnya, kata dia, belum banyak penelitian untuk menentukan secara akurat bakat tersebut. Hal iti disampaikannya pada seminar bertajuk Peran Iptek Olahraga dalam Meningkatkan Prestasi Atlet Jateng di Semarang, Kamis (8/12).

Penelitian itu sangat penting dilakukan untuk mengetahui apakah setiap anak mempunyai bakat olahraga dalam kategori tinggi atau biasa-biasa saja.

Furqon menambahkan, bila sejak awal sudah diketahui anak tersebut memiliki talenta di bidang olahraga, tentunya akan memudahkan bagi pelatih untuk membinanya.

"Lebih baik seorang pelatih menangani satu atlet dengan bakat yang jelas daripada membina seribu atlet yang tidak jelas bakatnya. Makanya, sejak awal harus diteliti dengan parameter ilmiah," imbuh Guru Besar Jurusan Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS ini.

Beranjak dari kondisi itulah Furqon terus berupaya membuat formula untuk mengetahui apakah seorang anak berbakat atau sebaliknya. "Berbakat-tidaknya seorang anak, bisa diketahui, bagaimana loncatannya, lemparannya, dan lain sebagainya," katanya lagi.

Ia menilai di era modern seperti sekarang, pendidikan alam yang dulu menempa seorang anak menjadi anak yang berbakat di olahraga mulai punah.

Contohnya, kini tidak ada lagi anak yang berenang di kedung, main salto di atas jerami, atau mencari telur burung di atas pohon.

"Jangan dilihat dari mencari telur burung di atas pohon adalah wujud kenakalan anak, tetapi itu sebuah pendidikan alam. Bagaimana dia menjaga keseimbangan jangan sampai jatuh, jiwa berani, konsentrasi, dan rasa kebanggaan ketika mencapai tujuan," jelas Furqon.

Ia mengakui, aktivitas untuk melihat potensi anak kini tidak ada lagi sehingga perlu dicari jalan untuk mencari bakat anak di bidang olahraga, kemudian dibina agar menjadi atlet yang andal di kemudian hari.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon