Posyandu dan PAUD Perlu Terintegrasi
Sabtu, 30 Agustus 2014 | 16:39 WIBJakarta - Hasil studi yang dilakukan Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Ali Khomsan terkait implementasi pelaksanaan Posyandu Peduli TAT (Tumbuh-Aktif-Tanggap) menunjukkan, semakin bertambahnya usia balita, tingkat partisipasi masyarakat untuk memeriksakan kesehatan anaknya ke Pos Pelayanan Kesehatan Terpadu (Posyandu) ternyata semakin menurun.
Menurut Prof. Ali yang juga ikut menyusun ToolKit Posyandu Peduli TAT, penurunan kunjungan ke posyandu ini mulai terjadi saat anak menginjak usia tiga tahun. Padahal semua anak sampai usia lima tahun seharusnya dibawa ke Posyandu setiap bulan untuk mewujudkan tumbuh kembang anak yang sehat dan cerdas.
"Posyandu itu ujung tombak layanan kesehatan dasar masyarakat. Setiap bulannya perlu dilakukan penimbangan rutin dan juga mendapatkan penyuluhan kesehatan untuk memantau perkembangan buah hati kita," kata Ali Khomsan di Jakarta, Sabtu (30/8).
Sebagai solusi, lanjut dia, usulan agar posyandu diintegrasikan dengan fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) juga bisa dilakukan. Apalagi tingkat partisipasi balita dalam mengikuti PAUD juga semakin besar.
"Kerja sama antara PAUD dan Posyandu memang bisa dilakukan. Jadi setelah belajar di PAUD, anak-anak bisa sekalian dipantau tumbuh kembangnya dan juga kesehatannya," kata Ali.
Namun usulan integrasi ini menurutnya perlu didiskusikan lebih mendalam. Karena sebetulnya keberadaan Posyandu sudah lebih dahulu ketimbang PAUD. "Jangan sampai nanti malah PAUD-nya yang lebih dikenal ketimbang posyandu," lanjut dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




