Putin Desak Eropa Tunjukkan Akal Sehat Atas Ancaman Sanksinya

Senin, 1 September 2014 | 19:11 WIB
W
B
Penulis: WHY | Editor: B1
Presiden Rusia Vladimir Putin
Presiden Rusia Vladimir Putin (www.cbc.ca)

Moskow - Presiden Rusia Vladimir Putin mendesak Uni Eropa untuk menunjukkan akal sehat, bukan untuk terlibat dalam sanksi yang saling merusak. Ini merupakan reaksi pertamanya terhadap ancaman tindakan hukuman tambahan terhadap Rusia atas konflik di Ukraina.

"Saya berharap bahwa akal sehat akan menang, bahwa kami akan bekerja sama dengan normal dan bahwa kami dan mitra kami tidak akan menyebabkan kerusakan dengan menusuk satu sama lain," ujar Putin seperti dikutip oleh kantor berita Rusia saat berkunjung ke kota Yakutsk, Senin (1/9).

Pernyataan itu datang sehari setelah para pemimpin Uni Eropa memberi Rusia waktu seminggu untuk membalikkan arah di Ukraina atau menghadapi sanksi baru .

Kekhawatiran berkembang bahwa konfrontasi bisa menelan seluruh benua setelah Rusia diduga mengirim pasukannya untuk mendukung serangan baru oleh pemberontak pro Kremlin di tenggara Ukraina.

Sebelumnya para pejabat Rusia telah mengatakan bahwa mereka sedang menyiapkan penanggulangan jika Barat memberikan sanksi baru, setelah bulan lalu melarang sebagian besar impor pangan dari Uni Eropa dan Amerika Serikat (AS).

Tapi Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan bahwa Rusia tidak akan membanting pintu pada perdagangan Barat maupun keluar dari Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

"Kami akan, di atas semuanya, melanjutkan kepentingan sendiri, mempertahankan perekonomian, mempertahankan sistem sosial, mempertahankan bisnis kami," tegas Lavrov.

Sanksi ancaman dan laporan bahwa tank Rusia terlibat dalam perang di luar Lugansk membuat rubel ke anjok ke rekor terendah baru 37,4527 pada akhir perdagangan pagi.

Mata uang Rusia ini juga merosot ke level terendah dalam lima bulan dari 49,1795 terhadap euro.

Saham Rusia juga lebih rendah di perdagangan sore, dengan indeks MICEX merosot 0,33 persen dan RTS merosot 1,30 persen setelah jatuh tajam pada Jumat.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon