Formappi Usulkan Seleksi Menteri Melalui Sistem Panel

Senin, 1 September 2014 | 20:36 WIB
RW
B
Penulis: Robertus Wardi | Editor: B1
Presiden terpilih Joko Widodo
Presiden terpilih Joko Widodo (Antara/Widodo S.Jusuf)

Jakarta - Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dan wakil presiden terpilih Jusuf Kalla (JK) akan segera membentuk kabinetnya pada pertengahan September ini. Saat ini, sudah dibentuk Tim Transisi yang membedah dan merancang arsitektur kabinet.

Menyikapi pembentukan kabinet tersebut, Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) mengusulkan ke Jokowi-JK agar perekrutan menteri dilakukan dengan sistem panel. Sistem itu berupa para calon menteri mempresentasikan pandangan dan pemikirannya di depan sejumlah ahli yang sesuai dengan bidang kerja sang calon. Sang calon mengemukakan semua ide, program dan cara menjalankan sebuah kementerian yang hendak dipimpinnya di depan para panelis. Para panelis pun bisa menanyakan, mengkritisi dan memperdebatkan pandangan sang calon. Dengan cara itu, publik bisa mengetahui pemikiran dan capaian yang akan dilakukan sang calon menteri jika dipilih oleh Jokowi-JK.

"Sistem ini untuk menguji basis pemikiran, program dan apa yang ditawarkan calon menteri. Diskusi panel itu harus terbuka untuk publik agar bisa menilai sang calon," kata peneliti dari Formappi Lusius Karus di Jakarta, Senin (1/9).

Ia menjelaskan Jokowi-JK tidak perlu hadir dalam panel tersebut, tetapi harus memantau lewat video conference atau melalui pemberitaan di media masa. Dari diskusi panel itu, Jokowi-JK memilih satu yang dianggap tepat dan mampu.

Mekanismenya, dalam satu pos kementerian, tidak boleh terbatas hanya satu calon yang presentasi. Formappi mengusulkan minimal lima calon yang bisa presentasi pada satu jabatan kementerian. Kelima calon itu yang mempaparkan ide dan pikirannya di depan panelis. Dari lima calon itu, dipilih satu menteri untuk menduduki jabatan dalam sebuah kementerian.

Saat ditanya siapa yang mengusulkan para calon, dia menjelaskan calon bisa diusulkan relawan. Berbagai kegiatan relawan saat ini yang mengusulkan sejumlah calon menteri bisa dipakai untuk menjaring para calon. Calon menteri juga bisa diusulkan perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, dan komunitas lainnya. Atau calon juga bisa diusulkan sendiri oleh Jokowi-JK. Kemudian sama-sama memaparkan visi, misi dan programnya di forum panelis.

Menurutnya, konsep itu sebagai evaluasi atas proses rekrut menteri yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lima tahun lalu. Lima tahun lalu, SBY memang membuka ke publik siapa yang direkrutnya. Namun publik tidak tahu apa pikiran, bagaimana program dan apa latar belakangnya. Tiba-tiba saja, sang calon menghadap Presiden SBY. Setelah bertemu memberikan konferensi pers tentang penujukkan dirinya.

"Partisipasi masyarakat pada zaman SBY tidak ada. Dalam sistem panel, Jokowi-JK diharapkan mendengar masukan rakyat lewat diskusi panel," tuturnya.

Di tempat terpisah, Dirjen Planologi Kementerian Kehutanan Bambang Soepijanto menyambut baik usulan Formappi tersebut. Dengan sistem itu membuka kesempatan kepada siapa saja, termasuk dari kalangan kementerian untuk mencalonkan diri. "Masalah terpilih atau tidak, itu urusan lain. Itu hak prerogatif pak Jokowi untuk memilih. Tetapi yang penting sudah sampaikan gagasan, pemikiran dan program di depan forum panel," tuturnya.

Dia menjelaskan dengan sistem itu, siapa saja bisa bersaing menjadi menteri. Namun persaingannya dengan pemaparan ide, gagasan dan program yang akan dikerjakan. Rakyat bisa menagih program yang ditawarkan jika memang ditunjuk sebagai menteri.

Dia mengaku siap mengikuti sistem itu jika memang Jokowi-JK melakukannya. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon