Boediono Sarankan Jokowi Jangan Paksakan Program Baru

Selasa, 2 September 2014 | 20:25 WIB
ES
FB
Penulis: Ezra Sihite | Editor: FMB
Wakil Presiden RI, Boediono memberikan keterangan pers seusai menjalani pemeriksaan oleh KPK atas kasus dana talangan Bank Century di kantor Wapres, Jakarta, Sabtu (23/11).
Wakil Presiden RI, Boediono memberikan keterangan pers seusai menjalani pemeriksaan oleh KPK atas kasus dana talangan Bank Century di kantor Wapres, Jakarta, Sabtu (23/11). (Antara/Geri Aditya/Geri Aditya)

Jakarta - Wakil Presiden (wapres) Boediono menyarankan agar program pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang sama sekali baru tidak dipaksakan pada tahun ini. Hal itu menurut Boediono akan lebih baik dimasukkan di perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015.

"Bapak wapres (wakil presiden) tadi sekadar menyampaikan saran bahwa kalau ada program yang memang baru sekali dan harus dimulai 1 Januari mungkin tidak realistis kan karena proses penganggarannya ini sudah mau selesai," kata Juru Bicara Wapres Boediono, Yopie Hidayat di kantor wapres, Jakarta, Selasa (2/9).

Hal yang sama juga kata dia terjadi pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Boediono pada tahun 2010.

"Kan bisa dimasukkan dalam proses revisi daripada tergesa-gesa dipaksakan sekarang," kata dia.

Tim transisi kata dia menyampaikan kepada Wapres Boediono sedang mengusahakan proses untuk memasukkan program pemerintahan baru melalui fraksi-fraksi di Parlemen.

"Jadi untuk yang baru sama sekali kan lebih baik ditunggu revisinya nanti 2015," tambahnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon