Semester I, Anak Usaha Telkom Grup Raih Pendapatan Rp 600 Miliar
Rabu, 3 September 2014 | 19:47 WIBJakarta - Anak usaha Telkom Grup, PT Infomedia Nusantara (Infomedia) membukukan pendapatan Rp 600 miliar pada semester I-2014.
Pendapatan tersebut disumbang oleh unit usaha Customer Relationship Management (CRM) sebesar 85 persen, atau sekitar Rp 510 miliar.
"CRM menjadi layanan unggulan yang menyediakan layanan contact center melalui suara, multimedia, social media, dan walk in center," kata Direktur Utama Infomedia Joni Santoso dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (3/9).
Dari total 11.000 seat yang dimiliki perusahaan, perusahaan bisa memperoleh pendapatan Rp 15 juta hingga Rp 30 juta per seat per bulan tergantung dari kompleksitas layanan yang diberikan.
"Ada juga yang traffic base seperti Telkomsel yang menarifkan per menit, atau ticket base seperti Garuda," ujarnya.
Sementara biaya investasi human (SDM), machine (infrastruktur), dan material per bulan yang harus dikeluarkan perusahaan mencapai Rp 50 miliar.
Selain CRM, perusahaan penyedia layanan business process management (BPM) tersebut juga memiliki unit usaha lain seperti analytic consulting service (analitic insight based on data), service operation management (layanan gangguan) serta enterprise shared service (billing collection, recruitment HR).
Melalui empat unit usaha tersebut, perusahaan saat ini memiliki 120 klien yang tersebar di 24 lokasi termasuk Jakarta, Medan, Malang dan kota lainnya.
Klien tersebut terdiri dari beberapa industri seperti keuangan (CIMB Phone Banking, Finnet, Rama Asuransi), telekomunikasi (Telkom), entertainment (Next Media), travel (Garuda Indonesia), consumer and industry (Domino Pizza, Dunhill), media and technology serta government (contact center OJK, Polri, Aji, Pemkot Tangerang, Bekasi, Kutai Kertanegara).
"Ya, kami masuk segmen mana saja yang berhubungan dengan IT, kami juga berpartner dengan Avaya Ferin dan Cisco," katanya.
Target Perusahaan BPM Nomor Satu ASEAN
Kedepan, perusahaan juga menargetkan menguasai pangsa pasar industri business process management (BPM) di Association of South East Asian Nation (ASEAN).
Perusahaan telah memiliki klien di Australia dan Inggris yang memfokuskan pada pelayanan telemarketing dan document management system (pengarsipan surat berharga dalam bentuk digital).
"Kami juga punya klien di sana, kalau untuk Australia jam 2 pagi agen kami di sini sudah mulai kerja telepon-telepon, kalau untuk Inggris ya jam 10 malam," katanya.
Joni menilai tantangan bukan berasal dari luar. Beberapa kompetitor seperti KPSG, Fats dan Teleperforma (Perancis) telah lebih dulu beroperasi di Indonesia dan tidak terlalu menggangu performa penjualan perusahaan.
Kompetitor terberat menurutnya justru dari in-house call center seperti Mandiri dan Indosat. Padahal, dengan menggunakan jasa BPM outsource dari Infomedia dapat menghemat biaya hingga 30 persen.
"Hanya masalahnya, outsources BPM ini kan bisnis kepercayaan, kebanyakan mereka mengkhawatirkan aspek keamanan data dan kendali terhadap ata itu sendiri, ini yang sedang kami yakinkan kepada mereka," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




