BoJ Tunda Stimulus Baru Meskipun Perekonomian Jepang Melemah

Kamis, 4 September 2014 | 23:33 WIB
WS
B
Penulis: Wahyu Sudoyo | Editor: B1
Ilustrasi Bank of Japan.
Ilustrasi Bank of Japan. (Huffington Post)

Tokyo - Bank Sentral Jepang atau Bank of Japan (BoJ) terjebak oleh pandangan bahwa ekonomi nomor tiga dunia ini mulai pulih, meskipun kontraksi pada kuartal kedua menggarisbawahi kerusakan yang ditimbulkan oleh kenaikan pajak penjualan April lalu.

Pembuat kebijakan BoJ menunda meluncurkan perluasan program stimulus besar setelah mengadakan rapat kebijakan selama dua hari, meskipun mereka menandai output perumahan dan pabrik sebagai titik-titik lemah, bersama dengan goyah permintaan bagi ekspor Jepang.

Investor sekarang akan mengalihkan fokus mereka untuk briefing pasca pertemuan rutin Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda pada 0630 GMT untuk melihat apakah dia mengisyaratkan kdepan nya bergerak melawan penurunan.

Pada kuartal April-Juni ekonomi Jepang terihat mengalami kontraksi kuartalan terdalam sejak gempa dan tsunami 2011 karena kenaikan pajak penjualan April.

Merosotnya produk domestik bruto (PDB) 1,7 persen dip atau kontraksi 6,8 persen pada tingkat tahunan, memberikan gambaran jelas dari dampak kenaikan pajak dan telahmenimbulkan pertanyaan untuk rencana kenaikan lain pada tahun depan.

Hal ini juga menggarisbawahi kesenjangan yang tampaknya melebar antara pandangan optimis BoJ dan data resmi ekonomi Jepang .

Dalam 20 pertemuan terakhir, BoJ telah menahan membuat penyesuaian besar untuk melepaskan stimulus pada April 2013, meskipun ada seruan untuk bertindak dalam menghadapi pelunakan data.

Kuroda telah memberikan sedikit indikasi bahwa dia akan segera meningkatkan stimulus pembelian aset, yang mirip dengan pelonggaran kuantitatif Bank Sentra AS (The Fed), dengan mengatakan dampak dari kenaikan pajak penjualan belum seburuk seperti yang diprediksi.

Namun, dia telah berjanji untuk mengambil tindakan lebih lanjut jika diperlukan.

Tahun lalu Mantan Kepala Bank Pembangunan Asia didapuk oleh Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe sebagai pemain kunci dalam rencana Tokyo untuk merangsang ke ekonomi.

Glass Setengah Penuh

Pada Kamis ini, BoJ menunjukkan penurunan di sektor real-estate dan mengatakan produksi pabrik telah menunjukkan beberapa kelemahan baru-baru ini, yang juga menggunakan istilah sama untuk ekspor.

Tetapi BoJ juga mencatat bahwa pertumbuhan lapangan kerja dan upah terus meningkat.

"Ekonomi Jepang terus pulih moderat sebagai tren, meskipun penurunan berikutnya dalam permintaan menyusul kenaikan pada bagian awal sebelum kenaikan pajak konsumsi telah diamati," katanya.

BoJ menambahkan bahwa mereka mengharapkan dampak negatif dari kenaikan suku bunga berkurang secara bertahap.

Namun, pada Juli BoJ sedikit menurunkan proyeksi pertumbuhan untuk tahun fiskal berjalan hingga Maret menjadi 1,0 persen dari perkiraan sebelumnya 1,1 persen. Bak Sentral Jepang juga telah memprediksi pertumbuhan 1,5 persen pada akhir 2013.

Keputusan untuk menahan stimulus lagi kemungkinan akan melihat ekonom memutar kembali harapan mereka untuk melanjutkan pelonggaran pada kuartal terakhir 2014.

"Pertanyaan kunci menjelang pertemuan hari ini adalah bagaimana BoJ akan bereaksi terhadap angka PDB Q2 yang buruk. Retorika setengah penuh dewan ini menunjukkan bahwa kemungkinan pelonggaran tambahan diumumkan pada awal bulan depan, yang telah diperkirakan oleh sejumlah analis hingga saat ini, telah jauh berkurang," kata Capital Economics dalam catatannya.

"Namun inflasi diatur untuk jatuh pendek dari perkiraan BoJ pada akhir tahun, walaupun pemulihan diatur untuk tetap berjalan lamban. Kecepatan pembelian yang lebih agresif mungkin akhirnya masih akan dibutuhkan." imbuhnya. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon