Airlangga: Visi Negara Kesejahteraan Jauh Lebih Penting Dibanding "Deal" Politik

Senin, 8 September 2014 | 09:56 WIB
MS
B
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: B1
Ribuan simpatisan partai Golkar mengikuti kampanye akbar Partai Golkar di Medan, Sumut, Kamis (20/3). Dalam kampanye yang diikuti ribuan simpatisan dan kader partai Golkar tersebut mengajak simpatisan untuk memberikan suaranya memenangkan pemilu legislatif dan presiden 2014.
Ribuan simpatisan partai Golkar mengikuti kampanye akbar Partai Golkar di Medan, Sumut, Kamis (20/3). Dalam kampanye yang diikuti ribuan simpatisan dan kader partai Golkar tersebut mengajak simpatisan untuk memberikan suaranya memenangkan pemilu legislatif dan presiden 2014. (Antara/Septianda Perdana)

Jakarta - Paparan calon Ketua Umum yang juga Wakil Bendahara Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, agak berbeda dengan para calon ketua umum lainnya di hadapan peserta acara Forum Komunikasi Ketua DPD Partai Golkar, di Yogyakarta, Minggu (7/9) malam.

Apabila calon lain banyak bicara soal nostalgia masa lalu kejayaan Golkar, Airlangga justru lebih mendorong partai itu ke depan agar bekerja demi mewujudkan visi Golkar akan Negara Kesejahteraan 2045.

Saat ini, jelas Airlangga, Golkar sudah berada di urutan kedua pemenang Pileg 2014. Ke depan, dia akan mendorong Golkar menjadi yang pertama.

"Caranya adalah memastikan perwujudan visi misinya. Di tengah kondisi masyarakat yang agak kurang menghargai parpol, ditandai dengan tingkat golput lebih tinggi, maka Golkar ke depan harus tampil beda. Dia harus berperan sebagai mitra rakyat," kata Airlangga.

Ketika ditanya apakah itu akan terwujud apabila Golkar tetap berada di Koalisi Merah Putih (KMP) yang memilih berada di luar pemerintahan Jokowi-JK, Airlangga mengatakan bahwa yang paling utama ke depan adalah mendorong pelaksanaan visi misi Golkar itu.

"Kita berjuang sudah punya kisi-kisi, yakni Visi Negara Kesejahteraan 2045, di mana setiap lima tahun ada tahapan yang harus dipenuhi. Dan kita harapkan semua indikator di konsep itu bisa dilaksanakan. Golkar akan mengawal konsep pembangunan itu," ulasnya.

"Visi Negara Kesejahteraan itu yang harus dicapai. Oleh karena itu, visi itu yang terutama harus dijaga. Tak ada yang di atas tujuan itu, yang sudah sesuai amanat Konstitusi."

Dengan kata lain, Airlangga hendak menekankan bahwa jauh lebih penting memastikan negara memperkuat empowerment masyarakat dibanding kesepakatan-kesepakatan koalisi. Karena apabila sudah di-empowered, atau sudah swadaya, masyarakat akan menjadi mitra sejajar Golkar.

"Begitu Golkar berjuang untuk rakyat, maka di situlah Golkar semakin besar," imbuhnya.

Ke depan, Golkar juga harus memperluas cakupan demografi yang harus dirangkulnya. Termasuk kalangan anak muda usia yang terbiasa dengan teknologi dan media sosial. Walau demikian, para simpatisan tradisional berusia tua juga tak boleh ditinggalkan.

"Generasi yang tua itu modal pokok yang tetap dipertahankan. Kita justru menyasar kelompok yang baru tanpa meninggalkan generasi yang selama ini mendukung Golkar," tandasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon