Percepat Akses, PMI Jakarta Utara Buka Layanan Unit Donor Darah

Senin, 8 September 2014 | 21:04 WIB
CF
JS
Penulis: Carlos Roy Fajarta | Editor: JAS

Jakarta - Kebutuhan akan kantong darah yang tersedia secara cepat dan terjamin kualitasnya merupakan hal yang sangat mendasar bagi pelayanan kesehatan di rumah sakit. Hal ini terutama saat menghadapi kondisi genting seperti saat terjadi kecelakaan fatal ataupun bencana alam yang mengakibatkan luka parah bagi korbannya.

Hal inilah yang mendorong Palang Merah Indonesia (PMI) kota Jakarta Utara dalam waktu dekat akan membuka Unit Donor Darah (UDD) yang memungkinkan Rumah Sakit (RS) yang ada di wilayah kota Jakarta Utara lebih mudah dalam mengakses ketersediaan kantong darah.

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Jakarta Utara,, mengatakan terkait kebutuhan darah, perlu dibuat kebijakan baru oleh pengurus PMI DKI Jakarta tentang pusat penambahan donor darah. "Selama ini stok bank darah selalu terpusat di Kantor Pusat PMI di Salemba, jadi perlu terobosan agar rumah sakit di wilayah lebih mudah mengakses ketersediaan darah," ujar Sabri kepada SP Senin (8/9).

Menurut Sabri proses dialog dengan Kantor PMI Pusat sudah berjalan selama tiga tahun ini, namun selalu terbentur dengan persyaratan fisik luas bangunan dan lahan, serta kajian Amdal dan surat izin dari Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta. "Kami berharap ada interaksi antara masyarakat, pemerintah, dan PMI, agar kami bisa bekerja secara optimal dalam menyediakan kebutuhan darah. Oleh sebab itu kami meminta pemerintah pusat memberikan perhatian, salah satunya menetapkan status kelembagaan PMI melalui pengesahan rancangan undang-undang tentang kepalangmerahan," ungkap Sabri.

Sabri juga menjelaskan bahwa PMI sebagai agen dari pemerintah, memiliki tugas untuk menghimpun stok darah dari masyarakat yang nantinya akan digunakan untuk kepentingan masyarakat lain yang membutuhkan. "Target kami minimal ada 1.000 pendonor darah setiap bulannya yang datang ke PMI Jakarta Utara, dengan target ini keberadaan UDD di PMI kota Jakarta Utara akan menjadi relevan dan menjadi panutan bagi PMI di empat wilayah kota administrasi lainnya di Jakarta," tambah Sabri.

Sabri mengungkapkan bahwa untuk wilayah Jakarta Utara sendiri memiliki kebutuhan 3.000 kantong darah setiap bulannya. Ini untuk 20 rumah sakit swasta maupun milik pemerintah. Dari 20 rumah sakit tersebut, delapan di antaranya tidak memiliki bank darah.

Sementara itu, Dr Salimar Salim, MARS selaku Kepala Unit Donor Darah PMI DKI Jakarta mengatakan kegiatan terkait sosialisasi peluncuran unit darah untuk rumah sakit di Jakarta Utara. "Ini sebenarnya untuk meningkatkan pelayanan di rumah sakit, karena di Jakarta terkenal macet, sehingga unit darah di wilayah sangat berguna untuk meningkatkan efisiensi akses masyarakat terhadap stok darah," ujar Salimar.

Cuci Darah
Salimar menjelaskan untuk pengadaan fasilitas cabang unit darah sumber dananya dari PMI DKI Jakarta dan donatur. "Fasilitas yang akan diadakan yakni seperti alat-alat untuk pembentukan kantong darah, tapi untuk pengecekan darah terkait penyakit di kandungan darah harus tetap dikirim sampelnya ke PMI pusat," tambah Salimar.

Menurut Salimar dalam pemeriksaan darah tersebut nantinya akan dipercepat prosesnya dengan sistem online. "Alat pengolah darah yang akan diadakan di PMI kota Jakarta Utara ini berharga Rp 2 miliar, sedangkan alat untuk screening belum memungkinkan untuk disediakan di UDD Jakarta Utara karena harganya yang mencapai Rp 11 miliar dengan sistem Kerja Sama Operasi (KSO) ke agen pemegang lisensi alat tersebut, masih dirasa belum terjangkau" jelas Salimar.

Salimar juga menerangkan bahwa fungsi UDD tersebut yakni sebagai tempat untuk mengolah darah yang diterima dari masyarakat, di mana kantong darah akan dipisah menjadi sel darah merah dan sel darah putih. "Dari 235 rumah sakit yang ada di Jakarta, hanya 45 yang memiliki bank darah, sedangkan sisanya masih sangat bergantung kepada PMI, oleh sebab itu keberadaan UDD di setiap wilayah kota merupakan hal yang sangat penting," ungkap Salimar.

Terkait kategori darah yang sehat, sampel hasil donor dari masyarakat akan dibawa ke PMI Pusat setelah sebelumnya diolah. Kemudian di PMI Pusat akan dilakukan pemeriksaan terhadap kandungan penyakit di dalam darah tersebut, terutama untuk penyakit sifilis, hepatitis B, hepatitis C, dan HIV/AIDS yang tidak layak untuk dipakai sebagai kantong darah.

Menanggapi pembukaan Unit Donor Darah di PMI kota Jakarta Utara, Kepala Bank Darah RSUD Koja Dr Tjan Sian Kwa sangat mengapresiasi. "Karena selama ini kendala pengadaan darah adalah jarak tempuh, sedangkan kualitas darah sangat bergantung pada jarak dan transportasi, dengan adanya UDD sangat membantu meningkatkan kualitas dan ketersediaan darah bagi rumah sakit di Jakarta Utara," ujar Tjan.

Menurut Tjan, RSUD Koja sebagai salah satu pusat rujukan rumah sakit di Jakarta Utara, memiliki kebutuhan 800-900 kantong darah per bulan. Untuk memenuhi hal tersebut, selama ini pihak rumah sakit harus mengambil stok darah ke PMI Pusat dengan frekuensi dua kali dalam satu minggu. "Selama ini untuk mengambil kantong darah ke pusat membutuhkan waktu dua jam, namun jika nanti hanya perlu mengambil di PMI Jakarta Utara, kemungkinan hanya membutuhkan waktu kurang dari 30 menit," tandas Tjan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon