Ketua DPRD Riau Ungkap Pelapor Kasus Gubernur
Selasa, 9 September 2014 | 21:07 WIB
Pekanbaru - Ketua sementara DPRD Riau, Suparman mengungkapkan bahwa pelapor kasus dugaan asusila Gubernur Annas Maamun berinisial WW yang merupakan staf ahli mantan Gubernur Riau terdahulu Rusli Zainal. Dijelaskan Suparman, wanita berinisial WW ini, dahulu selalu dana miliaran rupiah ketika menjabat.
"Mari kita tengok ke kantor gubernur, berapa miliar bantuan keuangan saat 'Ibuk' ini menjadi staf ahli Rusli Zainal. Tapi sekarang tidak bisa lagi. Mereka membuat skenario seperti ini," katanya saat menerima demonstrasi Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (HIPMI) Universitas Riau di Pekanbaru, Selasa (9/9).
Menurutnya, sejak isu ini beredar, DPRD telah menelusuri gubernur dan pelapor. Hasilnya, ternyata WW adalah guru bahasa Inggris Rusli Zainal dan dia mempunyai yayasan yang menerima bantuan keuangan setiap tahun di era gubernur sebelum Annas Maamun itu.
Dia mengatakan, hal ini hanyalah kepentingan politik golongan maupun pribadi. "Ini biasa terjadi pada seorang politikus, terpegang sedikit saja lapor. Jadi diminta untuk jangan cepat menghakimi," imbaunya.
HIPMI sebelumnya melakukan aksi demonstrasi di DPRD Riau menuntut gubernur melakukan klarifikasi terkait kasus ini dan DPRD Riau mengajukan hak angket, pembentukan pansus, dan usulan pemakzulan karena telah meresahkan masyarakat.
"Kami minta agar DPRD bertindak tegas karena isu ini telah nasional bahkan beritanya sudah sampai ke luar negeri. Meskipun belum terbukti, namun telah melanggar etika. Oleh karena itu kami minta DPRD ajukan hak angket dan bentuk pansus," ujar Bupati HIPMI, Muhammad Afzalurrahman.
Terkait adanya kekhawatiran DPRD akan dimanfaatkannya isu ini oleh kelompok tertentu, ia menegaskan bahwa aksi demonstrasi yang dilakukannya tidak ada kepentingan tertentu.
"Kami hanya melakukan peran sebagai agen kontrol," ujarnya.
Sementara itu, WW, beberapa waktu lalu pernah membantah ada motif pemerasan maupun politik yang melatarbelakangi dirinya mengadukan orang nomor satu di Provinsi Riau itu ke penegak hukum.
"Ini murni, tak ada sedikitpun unsur-unsur politik dan pemerasan," kata WW melalui pesan singkat yang diterima Antara di Pekanbaru, Senin (1/9) sore.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




