Korea Selatan Bakal Bantu Jakarta Bangun "Giant Sea Wall"

Rabu, 17 September 2014 | 15:09 WIB
DP
B
Penulis: Deti Mega Purnamasari | Editor: B1
Ilustrasi Giant Sea Wall
Ilustrasi Giant Sea Wall (Istimewa)

Jakarta - Rencana pembangunan giant sea wall (GSW) di pesisir utara Jakarta, dalam proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) akan melibatkan beberapa negara yang turut membantu pembuatan masterplan. Di samping Belanda, Korea Selatan juga akan turut membantu Jakarta untuk melakukan hal tersebut.

Di Korea Selatan, tanggul laut raksasa bernama Saemangeum akan menjadi percontohan DKI dalam membangun GSW. Rencananya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama akan berkunjung ke Korea Selatan untuk meninjau keberadaan tanggul laut tersebut.

Menurut Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Taiyoung Cho Pemprov DKI Jakarta, pemerintah pusat, dan Pemerintah Korea Selatan sudah melakukan dua kali rapat untuk membahas proyek NCICD tersebut.

"Antara kedua pemerintah sudah ada pembicaraan untuk membahas bersama-sama. Sampai sekarang sudah ada dua kali rapat. Kali ini Pak Wagub akan kunjungi Korea, pasti akan bermakna," kata Taiyoung usai bertemu Basuki di Balai Kota, Jakarta, Rabu (17/9).

Taiyoung menjelaskan, tanggul laut Saemangeum membentang di mulut Sungai Dongjin dan Mangyeong, di kawasan pantai Jeollabukdo dan terletak di selatan muara Sungai Geum, Distrik Gunsan, kota Buan, Korea Selatan. Tanggul ini dibangun pada 1991 dan selesai pada 2010 dengan segala permasalahan yang ada.

"Semua negara punya sea wall, tapi pembangunannya sudah lama sekali. Jarak panjang Saemangeum sebenarnya sama dengan panjangnya GSW yang diselenggarakan nanti, 33,9 km," katanya.

Bentuk kerja sama tanggul itu sendiri, katanya, Korea akan membantu membuat masterplan-nya. Saat ini prosesnya sedang dirancang, dan selanjutnya baru dilanjutkan ke tahap implementasi.

"Sekarang Korea ingin dukung untuk bantu membuat masterplan. Korea bisa jadi contoh yang bagus," katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, untuk pembangunan GSW di Jakarta, Saemangeum dianggap cocok sebagai contoh, karena merupakan tanggul laut yang paling terakhir dibangun di dunia.

"Mereka mau bantu kita. Tanggung kan, mending saya ke sana. Sebenarnya kita sudah kirim Jakpro ke sana. Kita mau lihat reklamasi di sana. Kan, buat pertanian juga," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon