Jokowi Beri Ruang Perempuan Jadi Menteri

Rabu, 17 September 2014 | 21:30 WIB
LT
B
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: B1
Gubernur DKI Jakarta yang juga Presiden terpilih Joko Widodo (kanan) didampingi Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Lukman Hakim (kiri) memberikan kuliah umum pada acara Seminar LIPI dan Kuliah Umum Presiden Terpilih di Auditorium Gedung LIPI, Jakarta, Selasa (16/9).
Gubernur DKI Jakarta yang juga Presiden terpilih Joko Widodo (kanan) didampingi Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Lukman Hakim (kiri) memberikan kuliah umum pada acara Seminar LIPI dan Kuliah Umum Presiden Terpilih di Auditorium Gedung LIPI, Jakarta, Selasa (16/9). (Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao)

Jakarta - Presiden Terpilih Joko Widodo (Jokowi) menyatakan akan memberi ruang bagi kader wanita dari partai politik maupun kalangan profesional untuk menjadi menteri dalam kabinet pemerintahannya.

"Ya nanti ada (menteri perempuan)," kata Jokowi di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (17/9).

Namun Gubernur DKI Jakarta ini belum memastikan komposisi atau presentase menteri perempuan yang akan duduk dalam 34 kementerian.

Yang pasti, komposisi menteri dari kalangan profesional lebih banyak dari kalangan kader partai politik pengusungnya.

"Belum tahu komposisinya. Tapi profesional murni yang banyak. Yaitu 18 menteri. Sudah disampaikan. Bukan 16," ujarnya.

Menurut mantan Wali Kota Solo ini, posisi menteri dari kaum perempuan sudah suatu keharusan. Karena itu, pihaknya akan memberi ruang seluas-luasnya kepada kaum perempuan untuk memimpin sebuah kementerian.

"Menteri dari perempuan ya memang harus ada. Kita nggak usah pake porsi-porsian. Sekarang sudah zaman emansipasi. Yang jelas ruang itu kita berikan seluas-luasnya," tegasnya.

Pertimbangan memilih menteri perempuan, lanjutnya, sama dengan memilih menteri dari kaum pria. Yaitu harus memiliki integritas tinggi, profesional, punya kemampuan manajerial yang baik, leadership yang kuat, jujur dan bersih.

"Kita tak pernah lihat gendernya. Ya kembali lagi lihat kriterianya. Itu saja. Dari profesional. Kan saya sudah bilang istilah profesional dan profesonal partai. Sebanyak-banyaknya dijadikan menteri, kalau mereka sesuai dengan kriteria tersebut," tukasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon