Anas Sebut SBY Terima Manfaat dari Kongres Demokrat

Kamis, 18 September 2014 | 20:11 WIB
NL
B
Penulis: Novy Lumanauw | Editor: B1

Jakarta - Anas Urbaningrum geram disebut ada tindak pidana korupsi dalam pemenangannya sebagai Ketum Partai demokrat dalam Kongres yang digelar pada akhir bulan Mei 2010, di Bandung.

Menurut Anas, jika Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut ataupun mendakwakan ada tindak pidana korupsi dalam kongres Demokrat maka banyak yang harusnya dijerat.

Sebab, lanjut Anas, ketika kongres berlangsung banyak yang dikategorikan sebagai penyelenggara negara yang turut serta. Di antaranya, Presiden RI, menteri, anggota DPRD dan DPRD.

Bahkan, Anas menyebut semua unsur penyelenggara negara tersebut menerima fasilitas, manfaat dan hasil langsung dari kongres.

"Yang menerima manfaat dan hasil langsung dari penyelenggaraan dan kompetisi kongres, terutama adalah Ketua Majelis Tinggi dan fungsionarisnya, Ketua Dewan Pembina dan fungsionarisnya, Ketua Dewan Kehormatan dan fungsionarisnya, Ketua Umum dan jajarannya," ujar Anas.

Oleh karena itu, secara tidak langsung, Anas dapat disebut menuding Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku Ketua Majelis Tinggi, Ketua Dewan Pembina dan Ketua Dewan Kehormatan yang menerima banyak manfaat dari kongres.

Tetapi, secara tidak langsung juga Anas mempertanyakan jika dikaitkan dengan penyelenggaran kongres mengapa hanya dirinya yang dijadikan sebagai pesakitan. (N-8)

"Yang menerima manfaat dan hasil langsung dari penyelenggaraan dan kompetisi kongres, terutama adalah Ketua Majelis Tinggi dan fungsionarisnya, Ketua Dewan Pembina dan fungsionarisnya, Ketua Dewan Kehormatan dan fungsionarisnya, Ketua Umum dan jajarannya," ujar Anas.

Oleh karena itu, secara tidak langsung, Anas dapat disebut menuding Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku Ketua Majelis Tinggi, Ketua Dewan Pembina dan Ketua Dewan Kehormatan yang menerima banyak manfaat dari kongres.

Tetapi, secara tidak langsung juga Anas mempertanyakan jika dikaitkan dengan penyelenggaran kongres mengapa hanya dirinya yang dijadikan sebagai pesakitan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon